Jumat, 19 April 2024

Kawasan Industri Batang Menarik untuk Pelaku Industri Padat Karya

ads-custom-5

Semarang, BUMNInfo | Pemerintah tengah menyiapkan lahan seluas 4.300 hektar di Batang, Jawa Tengah untuk dijadikan sebagai kawasan industri. Pengembangan Kawasan Industri Batang tersebut akan digarap oleh PT PP (Persero) Tbk bersama dengan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW).

 

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar mengatakan, kawasan industri ini akan sangat potensial untuk dijadikan sebagai tempat kegiatan usaha bagi industri-industri yang bersifat padat karya.

 

Menurutnya, industri akan tertarik karena Jawa Tengah memiliki Upah Minimum Provinsi (UMP) yang relatif lebih rendah bila dibanding dengan UMP wilayah lainnya.

 

“Jadi misalkan seperti industri tekstil, kemudian alas kaki, makanan minuman, furniture, kira-kira yang membutuhkan jumlah tenaga yang cukup besar cocok di situ, karena relatif upah minimum masih lebih kompetitif dibanding daerah lain,” urai Sanny dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (2/7).

 

Sebagai catatan, UMP Jateng untuk 2020 ditetapkan sebesar Rp 1,74 juta, mengacu Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/50 Tahun 2019 tanggal 31 Oktober 2019. Angka ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan UMP kawasan lainnya seperti Jawa Barat yang memiliki besaran UMP Rp 1,81 juta ataupun Jawa Timur yang UMP-nya ditetapkan sebesar Rp 1,76 juta.

 

Untuk diketahui, Kawasan Industri Batang terletak di sisi utara Tol Trans Jawa. Letaknya berjarak 50 kilometer dari Bandara Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas. Kawasan Industri Batang ini diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang.

 

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengumumkan, rencananya dalam pengembangan Kawasan Industri Batang ini akan dibagi menjadi 3 (tiga) zonasi, yaitu: Zona Industri Ringan dan Sedang, Zona Inovasi dan Ekonomi Kreatif, serta Zona Manufaktur dan Logistik.

 

“Dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dengan waktu tempuh 50 menit dari Kawasan industri menuju pelabuhan Tanjung Mas. Selain itu, Kawasan tersebut berpotensial menyerap sekitar 130.000 lapangan pekerjaan baru di tahap 1 ini di mana hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” jelasnyanya.

 

Sayangnya, pihak PT PP (Persero) Tbk mengaku masih belum bisa membeberkan berapa perkiraan nilai investasi ataupun skema pendanaan yang akan digunakan untuk mengembangkan kawasan ini.

 

“Nilainya masih dihitung,” kata Direktur Strategi Korporasi dan HCM. Yul Ari Pramuharjo.

 

Sumber: Kontan.co.idIDX Channel

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU