Kamis, 23 Mei 2024

BUMN Karya Kompak Perkenalkan Direksi dan Komisaris Baru

ads-custom-5

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir memutuskan untuk mengubah kembali jajaran direksi dan komisaris berbagai BUMN yang bergerak di bidang industri konstruksi atau yang lebih dikenal sebagai BUMN karya.

 

Sejumlah BUMN Karya itu meliputi PT Adhi Karya, PT Hutama Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) atau PT PP, PT Waskita Karya (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero). Kelima emiten konstruksi ini kompak melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada dua pekan ini, salah satu agendanya untuk mengumumkan perombakan tersebut.

 

Ramainya agenda perombakan di tubuh BUMN karya ini membuat publik bertanya-tanya apakah da yang terjadi di balik perusahaan. Menanggapi hal tersebut Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membeberkan alasan mengapa Erick melakukan kebijakan tersebut. Menurutnya, Erick menginginkan adanya regenerasi di BUMN karya.

 

“Jadi pergantian ini lebih kepada refreshing saja, lalu regenerasi. Jadi perlu regenerasi di karya. Dan kemudian juga sesuai dengan target-target ke depan,” jelas Arya saat menemani Erick berkunjung ke Posko Masak Satgas Covid-19 di Jakarta, Sabtu (6/5) lalu.

 

Regenerasi ini penting dilakukan, terutama setelah kinerja sempat goyah akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang menerjang Indonesia sejak awal Maret lalu. Maka dari itu, Kementerian BUMN berharap akan terjadi percepatan perbaikan kinerja setelah direksi BUMN karya dirombak, juga untuk mempersiapkan perseroan menyongsong bisnis di era new normal.

 

“Ini infrastruktur kan perlu setelah Corona, kita butuh percepatan dan kecepatan yang lebih tinggi lagi. Jadi harapannya mereka kembali lagi beraktivitas dengan kencang, tapi dengan protokol baru, dengan new normal,” tutur Arya.

 

Sebelumnya, pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai “tren” perombakan direksi dan komisaris perusahaan pelat merah ini memang karena kementerian ingin melakukan penyegaran. Tak hanya BUMN Karya, Erick juga telah me-reshuffle 15 susunan direksi BUMN sejak menjabat sebagai Menteri BUMN. Mulai dari PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, hingga PT KAI (Persero).

 

Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Toto, kementerian menganggap beberapa petinggi BUMN sebelumnya sudah tidak cukup muda dan ingin memberikan jenjang karir bagi direksi yang relatif lebih muda untuk membuat perubahan bagi perkembangan perusahaan.

 

“Maksudnya lebih ke revitalisasi, regenerasi, peremajaan saja, mendorong talent muda yang sudah ada di dalam BUMN konstruksi untuk menjadi direktur utama,” paparnya.

 

Toto beropini bahwa para BUMN karya sudah seharusnya mendapat pemimpin baru yang ‘energik’ agar bisa lebih fleksibel beradaptasi di tengah tingginya tantangan yang harus dihadapi para perusahaan negara saat ini, khususnya di bidang konstruksi. Apalagi setelah industri harus terhambat pandemi ini.

 

BUMN Karya Dikuasai Alumnus WIKA

Wika Ibukota Baru

Secara garis besar, seluruh direktur utama dari kelima BUMN karya itu berganti. Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto digantikan oleh Entus Asnawi Mukhson yang sebelumnya menjabat direktur keuangan Adhi Karya.

 

Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat juga digantikan oleh mantan direktur sumber daya manusia dan pengembangan sistem dari Wijaya Karya yakni Novel Arsyad. Kemudian, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo diganti Budi Harto yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama Adhi Karya.

  

Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra digantikan oleh Destiawan Soewardjono yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu direktur di Wijaya Karya. Selanjutnya, Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana lepas tugas dan digantikan oleh Agung Budi Waskito yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional I Wijaya Karya.

 

Di atas nama-nama tersebut, rupanya nama Budi Harto masih dipertahankan oleh Erick untuk dirotasi dari Adhi Karya ke Hutama Karya. Sebelumnya ia juga sempat berkiprah di Wijaya Karya selama puluhan tahun sebelum akhirnya beranjak ke emiten konstruksi lainnya.

 

Tak hanya Budi, fakta lainnya, ketiga direktur utama BUMN karya juga merupakan “jebolan” dari emiten berkode saham WIKA itu. Entus, Direktur Utama Adhi Karya yang anyar sempat meniti karir di WIKA sebelum akhirnya bergabung di Adhi pada 2012 lalu. Entus pernah menempati posisi sebagai General Manager Keuangan WIKA pada 2009—2011 dan dipromosikan menjadi Direktur Keuangan setahun setelahnya.

 

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad pun punya latar belakang yang sama. Sebelum dirotasi ke PTPP, Novel dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Direktur SDM dan Pengembangan Usaha WIKA pada Maret 2017.

 

Kemudian Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono menambah daftar panjang alumni WIKA yang ditunjuk mengisi kursi kepemimpinan utama dalam BUMN Karya. Sebelum berpindah haluan ke Waskita, ia didaulat sebagai Direktur Operasi WIKA pada 2013 silam.

 

Jajaran komisaris BUMN karya pun mendapat warna baru setelah Erick menambahkan orang-orang dari berbagai latar belakang. Misalnya di Adhi Karya, Yustinus Prastowo resmi menjadi komisaris baru. Sebelumnya ia merupakan praktisi perpajakan. Ia juga didapuk sebagai staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani. Langkahnya menjadi komisaris semakin meyakinkan publik bahwa BUMN karya memang betul-betul akan berfokus pada pengelolaan keuangan.

 

Mantan aktivis sekaligus juru bicara Presiden Joko Widodo juga masih mendapat kursi di komisaris. Setelah sebelumnya ia dicopot dari jabatan Komisaris Utama Adhi Karya, rupanya ia digeser menjadi komisaris di Waskita.

 

Banyak lagi komisaris yang diangkat oleh Erick dengan berbagai latar belakang pengalaman di luar perusahaan konstruksi. Seperti anak buah presiden di Istana, politisi, hingga deretan eks relawan Jokowi di 2014 dan 2019 silam.

 

Rencana Setelah Perombakan

Salah satu ruas jalan tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang di Bandar Jaya, Lampung Tengah. Foto: BISNIS/Abdullah Azzam
Salah satu ruas jalan tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang di Bandar Jaya, Lampung Tengah. Foto: BISNIS/Abdullah Azzam

Pasca bongkar pasang dewan direksi dan komisaris ini, kelima BUMN karya harus segera menuntaskan berbagai tuntutan. Apalagi Indonesia saat ini berada di fase transisi menuju new normal. Rencana-rencana yang sempat terhambat pada tiga bulan ke belakang akibat pandemi Covid-19 harus dipikirkan kelanjutannya di tangan kepemimpinan yang baru.

 

Untuk Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson sebagai Direktur Utama baru menyatakan bahwa perseroan sedang mengkaji ulang berbagai rencana dan target pada tahun ini, termasuk untuk investasi. Saat ini mereka mengerucutkan prioritas ke empat proyek investasti yang strategis.

 

Pertama, perseroan akan memfokuskan investasi pada dua proyek jalan tol unsolicited atau prakarsa. Dua proyek itu adalah Tol Ulujami – Jatiasih dan Tol Solo – Yogyakarta.

 

“Salah satu kebutuhan investasi paling besar itu di Tol Solo – Jogja itu, sekitar Rp20 triliun,” ungkap Entus.

 

Selanjutnya, emiten berkode saham ADHI itu juga akan tetap memprioritaskan investasi pada proyek unsolicited miliknya yang lain yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian Timur di Lebak, Banten.

“Jalan tol tetap kita fokuskan pada tahun ini untuk proyek unsolicited. Kami harapkan (pengumuman) pada Oktober. Yang kedua juga SPAM di Karean Timur, kita harapkan juga bisa dibukukan tahun ini,” tambahnya.

 

Rencana investasi prioritas perseroan terakhir akan membidik pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta. Pembangunan tahap 1 sudah dimulai pada ruas Semanan – Pulo Gebang.

 

Melihat perkembangan emiten konstruksi, WIKA tak mau kalah. Sekretaris WIKA Mahendra Vijaya juga mengumumkan perseroan akan bekerja keras untuk mewujudkan rencana proyek-proyek investasi pada tahun ini. Perseroan tengan membidik investasi pada proyek yang memiliki payback period dan internal rate of return (IRR) tinggi.

 

“Sasaran kami masih sektor energi dan industri, sekitar 50% sampai 60%. Dua sektor ini lebih menjanjikan untuk investasi. Sisanya, baru ke infrastruktur dan properti,” jelas Mahendra dilansir dari Bisnis.com.

 

Pada tahun ini perseroan menargetkan belanja modal atau belanja modal sebesar Rp11,5 triliun. Kemudian perseroan juga menargetkan pertumbuhan di nilai kontrak baru senilai minimal Rp65 triliun.

 

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto juga menyampaikan rencana perseroan yang kini dinakhodainya. Menurutnya, perseroan akan menuntaskan proyek tol Trans Sumatera yang mereka kerjakan. Terlebih, mereka telah didanai pemerintah melalui dana penyertaan modal negara (PMN) Kementerian Keuangan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 11 triliun.

 

“Kami akan menyukseskan tugas tersebut dengan sasaran cepat, hemat dan berkualitas,” tuturnya.

 

Ia berharap Trans Sumatra akan menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah tersebut. Untuk itu HK bersama dengan pemerintah akan terus memacu pembangunannya. Hingga saat ini proyek  tolTrans Sumatera telah berkembang hingga sepanjang 500 kilometer. Sepanjang 368 km darinya telah melakukan operasional secara penuh.

 

Beberapa ruas tol tersebut antara lain ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 km, Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan Medan – Binjai (Medbin) seksi 2 dan 3 sepanjang 17 km.

 

Pada tahun ini, Hutama Karya melanjutkan pembangunan Trans Sumatra untuk beberapa ruas prioritas seperti ruas tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km dengan progres konstruksi 97% secara rata-rata, kemudian ruas Sigli – Banda Aceh seksi 4 menyambungkan Indrapuri hingga Blang Bintang sepanjang 13,5 km dengan progres konstruksi 99%.

 

Atas gebrakan Erick Thohir beserta target-target yang dicanangkan petinggi-petinggi baru ini, BUMN karya mendapat sentimen positif di bursa. Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (8/6) lalu, harga saham emiten BUMN konstruksi alias BUMN karya kompak melesat.

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham WIKA yang paling melesat di hari itu dengan peningkatan 8,81% di level Rp 1.420/saham. Nilai transaksi yang diraih sebesar Rp 47,07 miliar dan volume perdagangan 34,01 juta saham.

 

Disusul PTPP yang nilai sahamnya meroket 8,62% di posisi Rp 945/saham dengan nilai transaksi Rp 51,67 miliar dan volume perdagangan 55,92 juta. Berikut saham ADHI yang juga naik 8% di level Rp 675/saham dengan nilai transaksi Rp 33,61 miliar dan volume perdagangan 50,78 juta saham. Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ikut merangkak naik 6,80% ke posisi Rp 785/saham dengan nilai transaksi Rp 71,35 miliar, dan volume perdagangan 93,08 juta saham.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU