Kamis, 23 Mei 2024

PTDI Siap Debutkan Drone Nirawak Elang Hitam pada Oktober 2020

ads-custom-5

PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI mengumumkan bahwa rencananya drone tanpa awak ciptaan anak bangsa bernama Elang Hitam akan diuji coba mulai Oktober ini. Nantinya jika uji coba berhasil dijalani, drone ini akan diproduksi secara massal dan akan dipasarkan pada 2022 mendatang. Target itu sesuai dengan keinginan Presiden RI Joko Widodo untuk mempercepat komersialisasi pesawat yang semestinya baru akan tercapai di 2024, maju dua tahun dari rencana awal.

Berdasarkan hasil rapat terbatas pada awal Februari lalu, kata Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Jokowi ingin produksi massal drone dilakukan mulai tahun 2022. Nantinya, produksi drone Elang Hitam tak hanya digenjot oleh PTDI saja, tapi dibantu oleh rekan BUMN lain yakni PT LEN.

“Pertama drone untuk keperluan militer. Kita sudah namakan Elang Hitam. Rencananya drone yang untuk keperluan kombatan atau militer ini dimulai produksi masal pada 2024. Tapi melihat kebutuhan di dalam negeri, dan kesiapan baik desain maupun manufakturnya, presiden arahkan agar bisa dipercepat jadi 2022,” kata Bambang.

Selain memasok produk untuk negara lain, drone ini juga akan diberi mandate untuk menjaga keamanan dalam negeri, terutama di daerah perbatasan Indonesia. Salah satu daerah perbatasan yang kerap memanas berada di Natuna, Kepulauan Riau, antara Indonesia dan China.

 

Butuh Rp 70M Lagi

Untuk mewujudkan produksi drone massal dan alat tempur lainnya, kata dia, perlu dilakukan berbagai usaha. Salah satunya berkaitan dengan dukungan pendanaan riset yang memadai. Artinya, dengan pendanaan yang maksimal produk unggulan tersebut bisa sempurna.

Dia menyebut pendanaan bukan hanya dari pemerintah namun juga bisa melibatkan pihak swasta hingga BUMN.

“Pertama pengembangan teknologi produk unggulan perlu mendapatkan dukungan pendanaan riset yang memadai sehingga tidak setengah-setengah. Jadi ini membutuhkan bukan hanya konsolidasi anggaran riset yang bersumber dari APBN tapi juga butuh dorongan pendanaan riset dari BUMN maupun sektor swasta,” tambah Bambang.

PTDI mengakui pihaknya sanggup untuk memproduksi secara massal dengan target dimajukan, namun hal itu membutuhkan tambahan dana sekitar Rp 70 miliar.

“Biaya produksi (tambahan) butuh Rp 60 miliar-70 miliar, ini lengkapnya termasuk senjata dan lain sebagainya,” ungkap Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro.

Selain PT LEN, PTDI juga bersiap untuk menggandeng beberapa lembaga lain dalam proses mempercepat pengadaan produksi, yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kementerian Pertahanan (Kemhan), TNI Angkatan Udara, dan LAPAN. Nantinya, ketujuh lembaga dan BUMN tersebut akan dibuat konsorsium khusus untuk menggarap drone Elang Hitam ini.

 

Spesifikasi Elang Hitam

Pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) ini sudah dilakukan sejak 2004 lalu. Bahkan, sebelumnya PTDI juga sudah memproduksi drone jenis Wulung dan Alap-Alap yang sudah diuji coba untuk pemetaan dan pertahanannya.

Elang Hitam memiliki kemampuan terbang di atas ketinggian 15.000 kaki, di mana PTTA lainnya hanya mampu terbang di bawah 10.000 kaki. Droen ini juga memiliki jangkauan jelajah operasi luas mencapai 5.000 kilometer (km) tanpa henti atau mampu beroperasi 24 jam penuh.

Pesawat ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dengan misi intelligence, surveillance dan reconnaissance (pengintaian), dan akan dilanjutkan dengan kebutuhan pertahanan dengan combat mission (misi tempur bersenjata).

Elang Hitam yang memiliki kategori Medum Altitude Long Endurance (MALE), juga mampu membawa beban hingga 300 kg berupa roket dan senjata. Selain itu, pesawat ini juga bisa dilengkapi dengan sensor kamera, sinyal dan elektronik intelijen.

Dengan sensor inframerah dan radar yang dimiliki pesawat ini, maka dengan mudah dapat mendeteksi objek yang dituju. Hal ini penting untuk mengoperasikan misi pertahanan negara.

 

Sumber: Antaranews, Kumparan, Detik.comSuara.com

Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU