Kamis, 23 Mei 2024

BGR Logistic Sukses Transformasikan Bisnis Logistik dengan Teknologi Digital

ads-custom-5

Jakarta BUMNInfo | Perusahaan logistik PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) boleh dibilang menjadi contoh badan usaha milik negara (BUMN) yang sukses mentransformasaikan bisnisnya lebih maju melalui implementasi digital di semua proses dan lini bisnisnya.

Bisnis Bhanda Ghara Reksa (BGR) kini merambah tidak hanya pada jasa logistik pengakutan kargo aneka jenis barang dan manajemen pergudangan, tapi juga ke bisnis manajemen limbah yang mampu mendatangkan pendapatan baru bagi perusahaan.

M Kuncoro Wibowo ST, Dirut PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) menyatakan, BGR mengimplementasikan teknologi digital pada seluruh proses bisnis BGR sejak tahun lalu, ketika dia resmi diangkat jadi dirut BGR.

Transformasi bisnis ke digital ini dia terapkan di BGR meniru implementasi digital di PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat Kuncoro pernah menjadi salah satu direktur di sana.

“Saya masuk BGR, perusahaan ini ada utang 300 miliar dan banyak menggunakan karyawan outsourcing yang masa depannya tidak pasti dan gajinya kecil di bawah UMR. Kami kemudian lakukan transformasi digital,” ungkap Kuncoro.

Implementasi digital tersebut dimulai dari keberanian BGR mengimplementasikan SAP pada sistem ERP-nya.

“Awal Januari kita harus live SAP ERP. Kompetitor kami di bisnis logistik ada ribuan, ada 50 anak usaha BUMN yang juga garap bisnis logistik.  Transformasi digital kami lakukan di front end hingga back end. Kita tak banyak keluarkan biaya untuk impelementasikan ERP SAP,” ungkap Kuncoro saat tampil menjadi salah satu pembicara di acara diskusi membedah topik ‘Financial & Digital Technology untuk Daya Saing Bisnis’ yang diselenggarakan majalah Itech di Financial Center, Graha Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Selain menghadirkaan Kuncoro Wibowo, diskusi juga menghadirkan Indra Utoyo, Direktur Digital TI dan Operasi Bank BRI; Faizal R Djoemadi PhD, Direktur Bisnis Digital Telkom, serta Tri Haryanto, Sekjen Forum Teknologi Informasi (Forti) BUMN.

Kuncoro menjelaskan, BGR juga menggunakan beragam aplikasi digital untuk sejumlah proses bisnisnya, baik untuk proses bisnis yang bersifat internal maupun bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Kami sekarang memiliki sistem tracking logistik yang kami tangani sendiri untuk seluruh armada dan juga pergudangan dan SDM,” ungkap Kuncoro.

“Kami tidak hanya memiliki sistem tracking truk, tapi juga orang, SDM via smartphone.”

Sejak dua tahun lalu, BGR memperluas bisnisnya dengan menangani bisnis pengelolaan limbah dan ternyata sangat menguntungkan. 

“Kami memiliki aplikasi BGR Access, kami membeli barang bekas dari masyarakat untuk diolah menjadi bahan baku bernilai ekonomis untuk kemudian kami scrap kami olah dan dijual serta diekspor. Bisnis ini kami jalankan bekerja sama dengan Grab untuk collecting barang bekas menggunakan aplikasi dan bekerja sama dengan mitra pengepul,” beber Kuncoro.

Bisnis limbah yang dimaksud adalah limbah barang elektronik, oli bekas sampai minyak goreng bekas.

“Kita olah oli bekas dan minyak goreng bekas. Untuk oli bekas kita bekerja sama dengan Evalube. Di Medan dan Lampung kami bangun teknologi manajemen fertilizer,” dia mencontohkan.

Sistem SAP di BGR antara lain diaplikasikan untuk pengelolaan armada dan driver. “Kita selalu test driver sebelum berangkat bekerja membawa truk dan mengangkut muatan. Truk juga kita cek agar benar-benar layak dinas. Jika dinyatakan semuanya sehat, baru kemudian masuk ke SAP kami jalankan membawa muatan,” jelasnya.

Kuncoro menambahkan, semua aplikasi yang digunakan BGR di semua lini bisnisnya,tidak memakai data center sendiri.

“Semua kami taruh di cloud. Kami bekerja sama dengan Telkom. Sistem ticketing di kereta api itu kami contek untuk di BGR. Sistem ticketing yang kita terapkan di kereta api dulu, yakni KAI Acces kita contek dari Garuda,” bebernya.

Dampak implementasi teknologi digital ini, proses bisnis di BGR menjadi lebih efisien.

Direktur Digital Bisnis PT Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) juga mengimplementasikan teknologi digital pada bisnisnya.

Perusahaannya mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia melakukan transformasi digital sejalan dengan tren industri 4.0 demi untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka di tengah pesatnya perkembangan tekonologi.

“Telkom membantu mendigitalisasi perusahaan-perusahaan di Indonesia,” kata Faizal Rochmad Djoemadi seraya menegaskan, tranformasi digital akan mengotomitasi bisnis perusahaan menjadi lebih efisien dan efektif.

“Untuk bertranformasi, jangan hanya berpikir untuk 280 penduduk Indonesia, namun berpikir jauh untuk 7 miliar penduduk dunia,” tegas Faizal Rochmad Djoemadi.

Sumber : www.tribunnews.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU