Kamis, 23 Mei 2024

2020, SHS Bidik Produksi Benih 40.000 Ton

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Sang Hyang Seri (SHS) pada tahun ini akan fokus pada penguatan industri perbenihan. Untuk iu, pihaknya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas benih. SHS tahun ini menargetkan produksi benih sebesar 40.000 ton.

SHS memiliki luas areal 3.943 hektare (ha) meliputi: 3.150 ha berupa sawah irigasi teknis, 240 ha adalah lahan sawah non irigasi, 80 ha areal breading center, pabrik, gudang maupun kantor.

Karyawan Gunarso Direktur Utama PT SHS menyebutkan kapasitas produksi benih perusahaan sekitar 82.500 ton, sementara kebutuhan benih nasional 300.000 hingga 400.000 ton. Kapasitas produksi benih perusahaan sekitar 25 hingga 30 persen dari total kebutuhan benih nasional.

“Ini menjadi potensi yang cukup besar. Kalau dari pasar mengusai 30 persen ini merupakan peluang bisnis menarik yang harus terus dikembangkan,” ujar Gunarso, Sabtu (25/1).

SHS mempunyai empat pabrik pengolahan benih di Sukamandi Jawa Barat. Satu pabrik modern dengan kapasitas 10.000 ton per tahun dan sisanya tiga pabrik masih konvensional total kapsitasnya 20.000 ton per tahun.

Namun diakuinya, selama lima tahun terakhir utililisasi pabrik hanya 5 hingga 13 persen. Tahun 2018 utilisasi produksi hanya 5 persen. “Jadi masih jauh dari kapasitas produksi yang perusahaan miliki. Nah ini yang menjadi tantangan kami,” ujar dia.

Untuk memperkuat bisnis perusahaan dia mengusulkan Sukamandi menjadi Kawasan Industri Berbasis Agro di Jawa Barat. “Ini sangat memungkinkan mempunyai lahan sawah 3.150 ha yang bisa ditanam padi, kacang-kacangan dan hortikultura,” ungkap dia.

Selain itu, lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk pembangunan industri hilir produk beras dan turunannya. Ada peluang pengembangan mangga, naans dan manngis. “Sukamandi kita jadikan kawasan industri agro dan hub untuk hilirisasi kegiatan pertanian secara umum,” jelas dia.

Badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor pertanian tercatat menerima penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp400 miliar pada 2015. Dana itu digunakan untuk pembangunan pabrik benih 10.000 ton, revitalisasi gudang penyimpanan dan modal kerja.

Sumber : indonesiainside.id

Foto : suara pembarua

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU