Rabu, 17 April 2024

BTN dan SMF Terbitkan EBA-SP SMF-BTN05 Senilai Rp 2 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF secara resmi mencatatkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP SMF-BTN05) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/12/2019). Hal ini menyusul rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), setelah dicatatkan di tempat yang sama pada 28 November 2019.

Pencatatan EBA-SP SMF-BTN05 tersebut merupakan hasil kerja sama sekuritisasi aset KPR senilai Rp 2 triliun antara SMF dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. EBA-SP tersebut terdiri dari kelas A, kelas M dan kelas B.

Kelas A ditawarkan melalui penawaran umum yang mencakup seri A1 dan A2. Kelas A seri A1 dengan tenor Weighted Average Life/WAL (rata-rata tertimbang jatuh tempo) 3 tahun ditawarkan dengan nominal Rp 574 miliar (28,70 persen dari jumlah total tagihan) dengan tingkat bunga tetap 8,50 persen per tahun.

Sementara, Kelas A seri A2 dengan tenor WAL 5 tahun ditawarkan dengan nominal Rp 1,142 triliun (57,10 persen dari jumlah kumpulan tagihan) dengan tingkat bunga tetap 8,75 persen. Adapun kelas M & Kelas B dengan total nominal Rp 284 miliar (14,2 persen dari jumlah kumpulan tagihan) ditawarkan secara terbatas.

Pada transaksi tersebut, SMF berperan sebagai penerbit, arranger, dan pendukung kredit. Sedangkan BTN berperan sebagai kreditur asal, dan penyedia jasa (servicer), serta Bank BRI sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA SP SMF-BTN 05 ini akan digunakan untuk melakukan pembelian Kumpulan Tagihan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi dalam jumlah Rp 2 triliun. Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, transaksi ini merupakan upaya SMF dalam menciptakan perluasan pasar di Pasar Modal.

“EBA-SP menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal, menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR, yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch,” kata Ananta. Selain itu, sinergi ini juga dilakukan dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah yang memerlukan dana jangka panjang cukup besar.

Pencatatan ini merupakan peran aktif SMF dan Bank BTN dalam mendukung pertumbuhan Pasar Pembiayaan Perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah layak huni, dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Ananta optimistis kehadiran instrumen EBA-SP dapat menambah ragam instrumen investasi pasar keuangan Indonesia serta mendukung pengembangan basis investor domestik.

“Investor cukup confident akan efek ini, karena efek ini penerbitnya adalah SMF yang merupakan BUMN yang 100 persen dimiliki oleh pemerintah dengan peringkat idAAA dari Pefindo baik secara Korporasi maupun Surat Utangnya,” jelas Ananta.

Sumber : properti.kompas.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU