Senin, 15 Juli 2024

Adhi Karya Terima Pembayaran Proyek LRT Rp 1,4 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima realisasi pembayaran proyek lintas rel terpadu (light rail transit/LRT) Jabodebek Tahap I senilai Rp 1,4 triliun dari PT Kereta Api Indonesia selaku pengelola proyek tersebut.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho menyatakan, pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek Tahap I sejak Oktober 2018 hingga Maret 2019. “Sampai dengan 4 Oktober 2019, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 66,13%,” ungkap Parwanto dalam keterangan resmi, Senin (14/10).

Secara rinci, perkembangan pada setiap jalur lintas pelayanan LRT Tahap I yakni, Lintas Pelayanan 1 (Cawang-Cibubur) telah mencapai 85,7%. Kemudian, Lintas Pelayanan 2 (Cawang-Kuningan-Dukuh Atas) mencapai 56,1%. Sedangkan Lintas Pelayanan 3 (Cawang-Bekasi Timur) mencapai 59,5%.

Selain itu, PT INKA juga mulai mengirim kereta LRT. Satu rangkaian yang terdiri atas 6 unit kereta telah berangkat dari pabrik INKA di Madiun menuju LRT Jabodebek yang terletak di Stasiun Harjamukti.Rangkaian tersebut dikirimkan pitstop melalui jalur darat menggunakan 6 buah multi-axle. Rencananya, rangkaian tersebut akan dicoba di pitstop LRT Jabodebek.

Sebagai informasi, nilai proyek LRT Jabodebek Tahap I sebesar Rp 22,8 triliun. Ke depan, perseroan bersiap untuk membangun proyek LRT jalur Cibubur-Bogor pada 2021. Sebelumnya, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, untuk jalur LRT baru, biaya investasinya akan lebih murah. Pasalnya sebagian besar kereta dibangun di atas tanah. Jalur tersebut memiliki panjang lebih dari 25 kilometer dengan perkiraan investasi Rp 10 triliun.

Lebih lanjut, tahun ini, perseroan berencana membangun 18 transit oriented development (TOD) di sepanjang jalur LRT. Perseroan juga sedang melakukan studi untuk membuat loop line untuk elevated railway di sekitar wilayah Jakarta untuk mengurangi kemacetan antara jalan dan pintu kereta.

Sementara itu, hingga semester I-2019, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,4 triliun, turun 10% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 6 triliun. Adapun perseroan masih mencatatkan rugi yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 215 miliar sampai akhir Juni tahun ini, lebih besar dibandingkan per Juni tahun lalu sebesar Rp 212 miliar.

 

Sumber : investor.id

Foto : Muhamad Zulkarnen

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU