Senin, 20 Mei 2024

Berdikari Melihat Celah di Bisnis Unggas

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Eko Taufik Wibowo, selaku CEO PT Berdikari (Persero) menjelaskan strategi pada bisnis peternakan dari hulu sampai hilir. Masalah pangan harus diselesaikan di hulunya, bukan di hilir. Kalau solusi di hilir adalah impor, itu akan menguras devisa. Ini berulang kali dilakukan dan tidak menyelesaikan masalah. Setiap tahun akan berulang lagi. Makanya, saya mencoba mengembangkan Berdikari masuk dalam industri peternakan di hulu.

Kemudian, saya menyusun rencana Berdikari berbisnis peternakan ayam dari hulu sampai hilir. Kami ingin masuk mulai dari bisnis bibit ayam, penggemukan, pabrik pakan, rumah potong, industri pengolahan, sampai produk olahan siap saji, seperti bakso, nugget, dan sosis. Bahkan, saya mendesain nanti kami bisa memiliki gerai tempat penjualan, termasuk armada food truck.

Meski semuanya belum tuntas, tapi saya sudah sekarang ada pada jalur. Tahap pertama adalah membuka bisnis induk, yakni dari indukan ayam atau grand parent stock (GPS). Kami mulai dari impor 18.000 ekor, sekarang populasinya lebih dari 100.000 ekor. GPS kemudian menghasilkan indukan ayam atau parent stock (PS). Ayam PS ini berkembang pesat dan setiap panen sold out. Kami memiliki kandang hasil kerjasama dengan peternak di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Setelah itu, kami merambah ke hilir, yaitu ke penggemukan ayam final stock (FS) broiler. Jika panen, ayam ini juga bisa masuk pasar atau masuk ke industri pengolahan. Ini sedang kami lakukan dan kami sedang menambah kandang.

Selanjutnya, yang sedang kami susun adalah bisnis olahan ayam, seperti sosis, nugget, bakso, dan lainnya. Kami targetkan bisnis ini bisa dilakukan tahun ini. Kami juga berencana memperkuat bisnis inti dengan rencana akuisisi pabrik pakan.

 

Sumber : 

https://executive.kontan.co.id/news/kami-melihat-celah-di-bisnis-unggas

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU