Rabu, 17 April 2024

Proyek Tol Pertama di Jambi Progres 54,2%, Target Rampung Juni 2024

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info – Pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera terus dilanjutkan untuk Tol Betung-Jambi ruas Bayung Lencir-Tempino Seksi 3. Pengerjaan proyek jalan tol ini dilaksanakan dengan skema kerja sama operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) senilai Rp 2,76 triliun.

Proyek yang memiliki panjang jalan utama 15,4 km dan jalan akses sepanjang 1,8 km, telah dimulai pembangunannya pada Mei 2023, dan ditargetkan selesai di Juni 2024 mendatang dengan progres saat ini mencapai 54,28 persen.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pada 2024 Kementerian PUPR menargetkan operasional Jalan Tol Trans Sumatera koridor utama, antara lain Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (sebagian Seksi 2-Seksi 4), Binjai-Langsa Seksi 2, Kisaran-Indrapura, Padang-Pekanbaru (Bangkinang-Pangkalan), Sigli-Banda Aceh Seksi 1, Betung-Jambi Seksi Bayung Lencir-Tempino, Padang Pekanbaru (Padang-Sicincin), dan Binjai-Langsa (Seksi 3).

Ekonomi Tumbuh

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo meyakini, kehadiran Tol Betung-Jambi ruas Bayung Lencir-Tempino sebagai jalan tol pertama di Jambi ini akan meningkatkan sektor perekonomian serta mempermudah akses dan konektivitas antar provinsi.

Lebih lanjut Tjahjo menyampaikan, kehadiran proyek ini selain memberikan manfaat ekonomi juga dapat mendorong pertumbuhan positif pada sektor pariwisata di Jambi yang memiliki potensi wisata alam dan budaya, seperti Taman Nasional Bukit Duabelas serta situs arkeologi terluas di Asia Tenggara, yaitu Candi Muaro Jambi.

Rangkaian Pekerjaan Proyek

Adapun proyek garapan KSO HK-Wika-BAP ini melibatkan serangkaian pekerjaan diantaranya rigid pavement main road, struktur main road elevated menggunakan slab on pile, struktur jembatan overpass, jembatan underpass, jembatan underpass di simpang susun (interchange) serta akses jalan tol.

Saat ini menyisakan pekerjaan rigid sepanjang 7.132 km, struktur main road elevated menggunakan slab on pile yang sudah berjalan 30 persen dari total 4 km, pengaspalan (flexible pavement hotmix) pada struktur elevated, jembatan-jembatan overpass dan underpass serta pekerjaan simpang sebidang.

Sebagai upaya percepatan proyek, Hutama Karya menerapkan digital construction seperti Electric Density Gauge (EDG) untuk mengukur kepadatan tanah lebih cepat, Load Scanner untuk mengontrol volume material agar lebih presisi, Building Information Modelling untuk merencanakan, merancang, membangun maupun mengelola konstruksi dengan lebih efisien, penerapan digital survei dengan LiDar (Light Detection and Ranging) dan GNSS (Global Navigation Satelite System) serta penggunaan Load Scanner untuk menghindari kesalahan dalam proses perhitungan volume material yang dipakai.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU