Senin, 4 Maret 2024

Capai Dividen hingga Rp 18,9 Milliar! PT Semen Baturaja Tbk Berhasil Mendapatkan 20% Laba Bersih

ads-custom-5

Dikabarkan bahwa, PT Semen Baturaja Tbk akan membagikan dividen sebesar Rp18,96 miliar atau setara 20 persen dari laba bersih 2022. Keputusan dividen diambil dalam dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (8/5/2023). Total dividen mencapai Rp 18.96 miliar atau Rp 1,9094 per saham yang akan dibagikan kepada 9,93 miliar pemegang saham SMBR.

Jadwal Dividen Semen Baturaja (SMBR) Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen (Cum Dividen) – Pasar Reguler dan Negosiasi 16 Mei 2023 – Pasar Tunai 19 Mei 2023 Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (Ex Dividen) – Pasar Reguler dan Negosiasi 17 Mei 2023 – Pasar Tunai 22 Mei 2023 Tanggal Daftar Pemegang Saham yang Berhak Dividen (Recording Date) 19 Mei 2023 Tanggal Pembayaran Dividen Tunai 9 Juni 2023

Hal ini juga disetujui oleh Direktur Utama SMBR Daconi Khotob yang mengatakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), sebesar 20 persen dari laba Rp94,82 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai senilai Rp18,96 miliar. Sementara sisa laba Rp75,86 miliar akan digunakan sebagai cadangan lainnya. Kenaikan laba bersih SMBR perseroan ditopang oleh kenaikan pendapatan perseroan yang naik 7,42 persen dari Rp1,75 triliun pada 2021 menjadi Rp1,88 triliun pada 2022.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih SMBR mencapai Rp94,82 miliar pada 2022, naik 103,04 persen dibanding tahun sebelumnya, yang sebesar Rp46,70 miliar. Adapun, pendapatan perseroan berasal dari penjualan semen kantong yang sebesar Rp1,62 triliun naik 3,84 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,56 triliun. Penjualan semen kantong perseroan berkontribusi 86,17 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Pendapatan SMBR juga didapat dari penjualan semen curah sebesar Rp277,64 miliar, jasa pengangkutan Rp1,86 miliar, dan penjualan white clay ke PT Pupuk Sriwijaya sebesar Rp31,81 miliar. Selain itu, SMBR juga mencatatkan volume penjualan sebesar 4 persen menjadi 2,01 juta ton. Adapun peningkatan terjadi kala permintaan terkoreksi khususnya pada wilayah Sumatera Bagian Selatan yang merupakan pasar utama SMBR.

Source: Bisnis.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU