Jumat, 12 April 2024

PLN Tekan Lama Padam Listrik 62%, Ini Rahasianya

ads-custom-5

BUMN Info, Jakarta – PT PLN (Persero) terus berupaya melakukan peningkatan kinerja layanan melalui penurunan durasi pemadaman listrik. Hal tersebut dapat terlihat dari penurunan durasi pemadaman listrik pada 2019 yang mencapai 1.136 menit, namun kemudian turun menjadi 463 menit pada 2022.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai transformasi, misalnya dengan membangun PLN Mobile, Virtual Command Center (VCC), Yantek Mobile. Dengan demikian, pelayanan ke pelanggan menjadi lebih responsif dan lebih cepat.

“Di sini kita melihat durasi pemadaman di tahun 2019 itu 1.136 menit dan saat ini di tahun 2022 bisa dikurangi hanya menjadi 463 menit, artinya pengurangan jangka waktu padamnya bisa mendekati 61-62%, artinya respons dari tim PLN jauh lebih cepat, sehingga pelayanan kepada pelanggan juga meningkat,” ungkap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/2/2023).

Di samping itu, terkait frekuensi pemadaman, pihaknya juga melakukan pembangunan enterprise asset management dan melakukan prediktif maintenance, serta melakukan condition base maintenance. Dampaknya, dalam proses tersebut, frekuensi pemadaman bisa dikurangi menjadi separuhnya.

“Kami juga membangun neraca online, dulu untuk menghitung susut masih menggunakan manual sehingga ada penundaan satu setengah bulan untuk mengetahui susutnya, nah kami melakukan digitalisasi untuk penghitungan susut, kami menjadi paham seberapa besar susut dari poin a ke poin b,” katanya.

Selain itu, PLN juga berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi dari yang sebelumnya 97,26% pada 2021, naik menjadi 97,53% pada 2022. Peningkatan rasio elektrifikasi tersebut tak lepas dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan pemerintah ke PLN.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan PMN di mana hal ini memang untuk menjalankan sila ke lima dimana tidak ada satupun saudara kita yang tertinggal dan akses terhadap pelayanan dari energi,” katanya.

Source : CNBC Indonesia

Dokumentasi : Pikiran Rakyat Bekasi

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU