Minggu, 21 April 2024

AP II Kembangkan Listrik Tenaga Surya di Tiga Bandara

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Angkasa Pura II (Persero) fokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di seluruh bandara. Pada Rabu (4/11/2020), perseroan dan PT Len Industri menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kajian Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Lingkungan PT Angkasa Pura II.

Sejalan dengan MoU tersebut akan dilakukan kajian teknis implementasi EBT di tiga bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Kualanamu di Deli Serdang, dan Bandara Banyuwangi. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, diharapkan kajian teknis sudah usai pada akhir tahun.

“Lokasi kajian teknis ditetapkan di tiga bandara sesuai dengan surat dari PT Len Industri, dan kami rasa sudah sangat memadai. Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara terbesar, kemudian Kualanamu adalah kedua terbesar, sementara Banyuwangi merupakan bandara yang pembangunannya sudah mengarah ke konsep green airport,” jelas Awaluddin usai menandatangani MoU dengan PT Len Industri.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan tujuan penggunaan EBT di bandara PT Angkasa Pura II adalah untuk melengkapi sumber listrik dari PLN, meminimalkan biaya konsumsi listrik, dan menerapkan konsep green airport.

“Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, penggunaan EBT sebesar 10% dari kebutuhan saja itu sudah sebesar 6,5 megawatt. Itu sudah termasuk cukup besar untuk penggunaan EBT,” urainya. 

Dalam dua tahun mendatang, PT Angkasa Pura II juga menargetkan penggunaan EBT di bandara-bandara dapat mencapai 10% dari total penggunaan/konsumsi listrik. Implementasi EBT ini juga merupakan strategi Perseroan di dalam mengimplementasikan Business Survival Initiatives di tengah pandemi Covid-19, serta melakukan optimalisasi melalui pivoting business atau mencari peluang yang ada.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan, kajian terkait penggunaan EBT ini juga sudah rampung.

“Kesiapan sudah lengkap. Nanti kajian tersebut bisa disinkronkan dengan roadmap AP II untuk seluruh bandara, sehingga mendukung rencana jangka panjang AP II,” imbuh Zakky.

Di tempat yang sama, Direktur Konservasi Energi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan kementerian akan melakukan kajian mengenai pengembangan EBT di Bandara Banyuwangi. Seperti diketahui bahwa pada 22 Oktober 2020, PT Angkasa Pura II dan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM telah menandatangani MoU tentang Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Secara Berkelanjutan Pada Bandara Udara.

“Kajian teknis nanti bisa disinergikan. Kami akan mengawali kajian teknis di Bandara Banyuwangi, dengan melihat workprofile,” jelas Hariyanto. 

Di kawasan Bandara Soekarno-Hatta sendiri saat ini sudah terpasang PLTS tepatnya di gedung Airport Operation Control Center (AOCC). Sebanyak 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilo watt per peak (kWp) dipasang di atap gedung guna mengaliri listrik ke peralatan-peralatan canggih di AOCC. AOCC sendiri memiliki peran sangat vital dalam menjamin kelancaran operasional di Bandara Soekarno-Hatta. 

 

Sumber: Medcom.idBisnis.com

Foto: IndoAviation

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU