Jumat, 19 April 2024

Kilang Cilacap Sumbang Sepertiga Kebutuhan BBM Nasional

ads-custom-5

Cilacap, BUMNInfo | Kilang Residual Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap tahun ini genap lima tahun beroperasi. Proyek bernilai investasi Rp 11 triliun tersebut semakin memantapkan posisi RU IV sebagai kilang paling strategis karena perannya menjadi penyuplai sepertiga kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional dan 60% kebutuhan di Pulau Jawa.

 

Tetesan produk perdana dilakukan pada 30 September 2015, yang kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun kilang RFCC. Proyek yang selanjutnya diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada November 2015 ini menjadi bagian dari peta jalan (road map) pengembangan kilang Pertamina demi memenuhi kebutuhan pasar dan tuntutan teknologi kendaraan di masa mendatang.  

 

Unit Manager Communication, Relations, & CSR RU IV Cilacap Hatim Ilwan menjelaskan, RFCC merupakan unit kilang yang memanfaatkan teknologi katalis untuk mengonversi minyak berat atau residu, baik atmosferik maupun vacuum residue oil menjadi produk lebih bernilai.

 

“Dalam hal ini utamanya gasoline dan beberapa produk lain seperti LPG dan propylene,” ungkap Hatim dalam keterangan persnya, Kamis (8/10/2020).

 

Dengan beroperasinya RFCC, produksi premium dari Kilang Cilacap naik dari 61.000 barrel per hari menjadi 91.000 barrel per hari. Menurutnya, angka ini mampu mendongkrak total kapasitas produksi RU IV sebesar 17,8% hingga mencapai level 348 ribu barrel per hari. Kondisi ini menumbuhkan optimisme pemerintah Indonesia terbebas dari impor BBM.

 

RFCC mengolah Low Sulphur Waxy Residue (LSWR) sebanyak 62.000 barrel per hari dari Crude Distillation Unit (CDU) II menjadi produk bernilai tinggi. Di antaranya High Octane Mogas Component (HOMC) dengan kadar oktan lebih dari 93, dan merupakan komponen minyak untuk meningkatkan kadar oktan pada premium dengan Research Octane Number (RON) 88, peningkatan produk Liquified Petroleum Gas (LPG) dan produk baru propylene.

 

Hatim melanjutkan, saat resmi beroperasi 100%, unit kilang RFCC ini mampu memproduksi HOMC sekitar 37.000 barel per hari, LPG 1.066 ton per hari, dan 430 ton per hari produk propylene.

 

“Dari produksi HOMC sebagian besar diproses lebih lanjut menjadi premium. Kelebihan HOMC dari Kilang Cilacap bisa digunakan untuk memproduksi pertamax dan premium di kilang-kilang lain,” ujarnya.

 

RU IV Cilacap juga meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah secara daring.

 

Ketiga penghargaan yang berhasil diraih oleh kilang terbesar di Tanah Air itu masing-masing terdiri dari kecelakaan nihil (Zero Accident Award), Sistem Manajemen K3 (SMK3), serta program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Menteri Ida Fauziah dalam sambutannya menyatakan kunci keberhasilan perusahaan dan kesejahteraan pekerja adalah jika tercipta produktifitas kerja tinggi.

 

“Itu bisa terwujud jika syarat kelayakan keselamatan dan kesehatan kerja terpenuhi. Dengan demikian kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat dihindari,” katanya.

 

Dirinya menyebutkan, pada tahun ini memberikan penghargaan kepada 1.237 perusahaan kategori nihil kecelakaan, 2.362 perusahaan kategori SMK3, 233 perusahaan untuk program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, serta penghargaan kepada 19 gubernur sebagai pembina K3 terbaik.

 

General Manager Pertamina RU IV Cilacap Joko Pranoto bersyukur di tengah pandemi Covid-19 pihaknya masih mampu mendulang berbagai prestasi yang membanggakan.

 

“Hal tersebut merupakan wujud konsistensi dan upaya Pertamina menjadikan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai landasan operasional kilang Pertamina yang memang berisiko tinggi. Tak lupa kami juga bersyukur kepada Allah SWT yang selalu melindungi Pertamina hingga tetap aman dan lancar,” katanya.

 

Joko berpesan agar penghargaan tidak lekas membuat para pekerja puas, karena perjalanan bisnis perusahaan masih sangat panjang.

 

“Kami punya impian untuk mencapai kesuksesan. Sering saya katakan ketika satu gunung sudah berhasil ditaklukan, maka gunung yang lainnya sudah menanti untuk ditaklukan bersama. Semoga keberhasilan itu menjadi motivasi untuk mencapai keberhasilan,” kata Joko.

 

Dari data yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan RI menunjukkan, Pertamina RU IV mencapai nihil kecelakaan selama 77.990.937 jam periode 2 Mei 2015 – 31 Oktober 2019, penghargaan SMK3 dengan penilaian memuaskan serta kategori Sertifikat Emas dan Bendera Emas, serta pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS berstatus sudah memenuhi kriteria.

 

Keberadaan RFCC menandai awal berdirinya kilang-kilang modern di RU IV Cilacap, disusul pembangunan Kilang Langit Biru Cilacap, dan yang saat ini masih berlangsung adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). RFCC yang disusul kilang-kilang pengembangan lainnya di RU IV Cilacap dinilai perusahaan sebagai simbol ketahanan dan kemandirian energi negeri.

Kilang Cilacap Beroperasi

Sumber: AntaranewsDetik.com

Foto: Istimewa

Infografis: BUMNINFO/Nashwan Ihsan 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU