Jumat, 24 Mei 2024

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pupuk Indonesia Grup Kembangkan Agri Solution

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pupuk Indonesia (Persero) mengembangkan program agro-solution sebagai upaya dalam meningkatkan produktivitas hasil panen serta meningkatkan kesejahteraan petani. Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman mengungkapkan, saat ini Pupuk Indonesia Grup sedang mengusung program agro-solution melalui sinergi BUMN maupun swasta untuk membantu petani memenuhi kebutuhan pertaniannya, sehingga mendorong peningkatan hasil panen serta membantu meningkatkan pendapatannya.

 

“Saat ini, melalui Pupuk Kujang di Kawasan Sukamandi, Subang, kami bekerja sama dengan PT Sang Hyang Seri, PT RNI dan juga PT Pertani, kami ikut terlibat dalam kegiatan corporate farming di atas lahan seluas 1.000 ha,” jelas Bakir saat mengunjungi proyek Corporate Farming di Sukamandi, Subang, yang juga dihadiri oleh Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi, dan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Karyawan Gunarso, Rabu (16/9/2020).

 

Keterlibatan Pupuk Indonesia Grup antara lain dalam hal analisa uji tanah, pengawalan teknis serta penyediaan pupuk. Berdasarkan pantauan sementara, dari corporate farming ini ada peningkatan produktivitas yang signifikan, dari rata-rata 5 ton menjadi 8 sampai 9 ton per hektar.

 

“Saat ini kami baru kembangkan corporate farming seluas 1.000 ha, namun kami mempunyai lahan hingga 3.200 ha yang siap untuk digarap melalui sinergi, baik BUMN maupun swasta,” tambahnya.

 

Selain kerja sama corporate farming di Sukamandi, Pupuk Indonesia Grup melalui PT Pupuk Kaltim juga tengah mengembangkan konsep agro-solution di sejumlah desa di Jember dan Banyuwangi, dengan masing-masing areal lahan seluas 10 ha.

 

“Konsepnya mirip, tapi untuk program agro solution di Jember dan Banyuwangi ini kami bekerjasama langsung dengan petani, bukan perusahaan,” lanjut Bakir.

 

Petani-petani tersebut mendapatkan pembinaan dan kawalan teknis, serta pasokan pupuk non subsidi yang disesuaikan dengan kondisi lahannya. Para petani juga akan dikawal Perseroan untuk mendapatkan bantuan permodalan KUR dari perbankan, serta memperoleh asuransi pertanian.

 

Program ini juga dimanfaatkan untuk ujicoba teknologi i-Farm, yaitu aplikasi yang dikembangkan Pupuk Kaltim untuk memantau aktivitas dan kemajuan para petani binaan di daerah tersebut. Dalam program ini, PT Pupuk Indonesia bersinergi dengan pemerintah daerah dan petugas PPL untuk membina petani, termasuk juga pihak swasta.

 

Melalui program agro-solution ini, Bakir berharap produktivitas pertanian bisa meningkat di atas rata-rata. Dengan hasil panen yang melimpah, diharapkan pendapatan petani binaan bisa meningkat sehingga mendorong kesejahteraan mereka dan menghilangkan ketergantungan terhadap tengkulak dan pengijon.

 

“Bahkan dengan pendapatan yang baik ini, mereka nanti tidak bergantung lagi pada pupuk subsidi, tapi sanggup membeli pupuk non subsidi dengan formula-formula yang memang dibutuhkan oleh lahannya,” ucapnya.

 

Pupuk Indonesia sendiri saat ini tengah menjalankan program transformasi untuk memperluas bisnis perusahaan menjadi penyedia produk nutrisi tanaman dan solusi pertanian.

 

Sumber: Warta EkonomiAntaranews

Foto: Istimewa

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU