Senin, 20 Mei 2024

Pupuk Indonesia Setor Pajak dan Dividen Rp8,17 T ke Negara

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pupuk Indonesia (Persero) menyetor dana senilai Rp8,17 triliun hasil tahun buku 2019 kepada pemerintah. Dana itu terdiri dari pajak Rp7,28 triliun dan dividen Rp937,5 miliar. Angka setoran pajak tersebut naik sekitar 32,94% dari Rp5,48 triliun pada 2018. Sementara, sumbangan dividen meningkat 21,94% dari Rp768,8 miliar pada periode yang sama.

 

Direktur Utama Aas Asikin Idat mengatakan, sumbangan pajak dan dividen meningkat sejalan dengan performa positif perusahaan. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih sebesar Rp3,71 triliun atau setara 103,1% dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

 

Perolehan laba didukung oleh pendapatan yang mencapai Rp71,3 triliun. Pendapatan ditopang oleh bisnis penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 8,7 juta ton pada tahun lalu oleh anak usaha. Kemudian, juga berasal dari hasil penjualan pupuk ke sektor komersial sebanyak 3,87 juta ton atau mencapai 111,61% dari target RKAP.

 

Anak usaha Pupuk Indonesia juga mengalami peningkatan kinerja di sektor non-pupuk, seperti PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Mega Eltra, dan PT Pupuk Indonesia Logistik.

 

“Kami mengapresiasi upaya anak perusahaan, khususnya produsen pupuk dalam menjaga pasokan pupuk ke sektor subsidi, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi sesuai alokasi,” tukas Aas melalui siaran pers, Selasa (4/8/2020).

 

Di sisi lain, beban keuangan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena perusahaan melakukan pelunasan pembayaran pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dari hasil pemasukan berupa pembayaran piutang subsidi dari pemerintah mencapai Rp9,7 triliun.

 

“Penurunan ini sejalan dengan komitmen untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur sesuai dengan jatuh tempo pelunasan pinjaman,” ungkapnya.

 

Kendati begitu, pelunasan pembayaran pinjaman membuat arus kas perusahaan turun 66,3% dari Rp18,06 triliun menjadi Rp11,97 triliun. Hal ini juga membuat liabilitas atau kewajiban perusahaan turun menjadi Rp48 triliun. Sedangkan, aset perusahaan mencapai Rp135,55 triliun atau 100,96% dari target RKAP. Ekuitas naik Rp5,72 triliun menjadi Rp71,75 triliun.

 

Sumber: CNN IndonesiaBisnis.com

Foto: ANTARA/Adeng Bustomi

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU