Sabtu, 22 Juni 2024

Pelni Sasar Kargo Ekspor ke Davao dan Brunei 2020

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pelni (Persero) menyasar peluang untuk mengangkut kargo ekspor produk-produk dalam negeri ke Davao dan Brunei Darussalam pada 2020 sebagai upaya untuk memperluas bisnis perseroan.

Direktur Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni (Persero) Harry Boediarto di Lembang, Jawa Barat, mengatakan potensi kedua kawasan di Asia Tenggara itu besar dan sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) Pelni 2020-2024 untuk menggarap pasar Asia Tenggara. “Tahun depan kita targetkan mulai jalan, karena untuk 2020-2024 kita mulai bergerak ke Asia Tenggara,” katanya, demikian diberitakan kantor berita Antara.

Harry menjelaskan potensi di Brunei Darussalam terbuka lebar karena negara yang berbatasan langsung di Pulau Kalimantan itu banyak kebanjiran barang dari Jakarta. Sayangnya, barang dari Jakarta itu masuk ke Brunei melalui Singapura. “Sebenarnya ada (jalan) langsung dan kalau bisa langsung tentu harganya bisa lebih murah. Tapi potensi muatan baliknya itu (kurang menjanjikan),” imbuhnya.

Namun, lanjut Harry, setelah ditelusuri, potensi angkutan barang ke Brunei ternyata punya peluang setelah diketahui bahwa wilayah sekitar Brunei juga menginginkan produk-produk Indonesia.

“Rupanya di sana bukan cuma Brunei yang tergantung barang-barang kita. Rupanya banyak orang kita yang tinggal dan kenal produk kita di sana. Ada Pelabuhan Bintulu, Kuching, dan Miri yang nanti bisa sambil jalan pulang bisa bawa barang lagi,” katanya.

Potensi serupa, lanjut Harry, juga didapatkan dari pasar di Davao, Filipina. Pasalnya, hampir semua orang di Filipina Selatan membeli barang dari Indonesia. “Ini kesempatan agar kapal-kapal kita bisa membawa barang seperti itu. Ini (ekspor) bisa menyeimbangkan impor,” katanya.

Ada pun secara kesiapan, Harry menyebut nantinya kargo ekspor akan dilayani Pelni melalui kapal-kapal eksisting yang biasa digunakan untuk dalam negeri. Hal itu karena kapal-kapal Pelni telah memenuhi syarat sebagai kapal samudera yang bisa melakukan pelayaran internasional. “Surat-surat (kapal) sudah comply (sesuai) untuk wilayah ocean going,” jelasnya.

PT Pelni (Persero) akan merilis aplikasi logistik berbasis digital pada Januari 2020 untuk memberikan layanan door to door kepada konsumen. Direktur Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni (Persero) Harry Boediarto di Lembang, Jawa Barat, mengatakan aplikasi bertajuk new bill of lading itu telah dikembangkan perseroan selama dua tahun terakhir.

“Kami mulai pelayanan door to door, tahun depan kita akan implementasi namanya new bill of lading untuk aplikasi pelayanan door to door,” katanya. Menurut Harry, aplikasi tersebut menjadi jawaban perusahaan atas tuntutan masyarakat yang mulai bergerak menggunakan teknologi digital yang serba memudahkan. “Ini juga menjawab tuntutan masyarakat yang maunya barang bisa langsung sampai di depan rumah, jadi kita harus ke sana,” katanya.

Harry menjelaskan aplikasi tersebut nantinya akan serupa dengan aplikasi layanan transportasi daring yang ada saat ini. Bedanya, proses pengiriman barang tidak sepenuhnya dikerjakan Pelni karena perusahaan akan bekerja sama dengan mitra lainnya.

Pelni hanya akan memberikan layanan pelayaran namun peran-peran lainnya akan terintegrasi dalam aplikasi tersebut. Pelni sendiri telah bekerja sama dengan PT Kereta Api Logistik (Kalog) dan PT Pos Indonesia untuk mengoptimalkan layanan logistik itu. BUMN itu juga akan menggandeng mitra lainnya untuk mengoptimalkan layanan.

Lebih lanjut, Harry menyebutkan rampungnya aplikasi tersebut berlangsung hingga dua tahun karena perusahaan perlu mempersiapkan sistem dari hulu ke hilir. Sedianya November ini aplikasi tersebut sudah bisa di soft launch. “Tapi soal kerja sama dengan perbankan dan lainnya kami masih kesulitan. Memang butuh waktu seperti waktu kami membuat Pelni ticketing,” katanya.

Pelni akan mengerahkan seluruh armada kapal milik perusahaan untuk melayani angkutan penumpang saat liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Pelni saat ini memiliki 26 kapal penumpang, sembilan kapal barang, empat kapal feeder barang, 54 kapal perintis, satu kapal ternak, 17 kapal rede.

“Armada full (seluruhnya) kami kerahkan. Saat ini semua kapal kami sudah masuk docking atau perawatan untuk menjaga keandalan kapal dan laik secara safety dan secure di air. Docking ini kita percepat sebelum Natal dan Tahun Baru,” kata Corporate Secretary PT Pelni, Yahya Kuncoro.

Sumber : www.neraca.co.id

Foto : Abdul Fatah / ANTARA

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU