Selasa, 21 Mei 2024

Komitmen PT INKA Wujudkan Ekosistem Industri Kereta di Banyuwangi

ads-custom-5

Banyuwangi, BUMNInfo | PT INKA (Persero) melanjutkan program link and match antara dunia pendidikan dan industri. Mereka menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada SMK Binaan di Banyuwangi berupa 12 mesin mobil, delapan laptop berspesifikasi tinggi dan 4 mobil rakitan.

 

Penyerahan CSR yang dilakukan di Aula SMKN 1 Glagah pada 9 September lalu itu diberikan secara simbolis oleh Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Beberapa perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Banyuwangi juga ikut hadir dalam kesempatan tersebut.

 

Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada 7 SMK di Banyuwangi dan 1 SMK di Jember. Kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian HUT INKA ke – 39 yang jatuh pada tanggal 29 Agustus 2020 lalu.

 

“Kami berharap pemberdayaan serta pemanfaatan atas peralatan – peralatan tersebut akan mengembangkan kapasitas para siswa agar dapat bersaing di dunia kerja atau menjadi enterpreneur dan sukses dalam bidangnya,” kata Agung.

 

Dia juga menambahkan, sebagai lengan industri INKA, SMK-SMK tersebut juga diproyeksikan untuk bisa memenuhi beberapa kebutuhan pabrik kereta. Seperti komponen yang konsumable dan aksesoris.

 

“Kita targetkan nanti SMK di Banyuwangi bisa memenuhi 5 sampai 7 persen kebutuhan komponen kita, itu sudah sangat bagus untuk sebuah kabupaten,” tuturnya.

 

Pria asal Malang itu berharap, nantinya ekosistem manufaktur di Banyuwangi bisa tumbuh. Tak hanya dari SMK, tapi juga pabrik lainya yang menunjang operasional pabrik kereta api.

 

“Di lahan kami, hanya 40 persen saja yang nantinya akan digunakan sebagai pabrik kereta, sisanya kita harap bisa digunakan untuk pengembangan manufaktur,” tegasnya.

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan ke depan dengan ekosistem baru yang diciptakan PT INKA (Persero), anak-anak bisa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuanya. Tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional. Transfer of Knowledge dari INKA juga sangat berguna bagi para siswa. Apalagi, ada spesifikasi khusus yang diterapkan oleh perusahaan luar negeri yang bekerja sama dengan PT INKA (Persero) untuk produk-produk yang mereka hasilkan.

 

Ke depan, PT INKA (Persero) tidak hanya diharapkan menjadi penyedia lapangan kerja bagi para lulusan SMK. Tetapi juga bisa mendorong SMK untuk menyediakan barang barang berkualitas dari ilmu yang mereka dapat dari PT INKA (Persero).

 

“Untuk waktu dekat yang kita butuhkan memang pemulihan ekonomi paska Covid 19, karena itu masyarakat membutuhkan lapangan pekerjaan yang disediakan PT INKA (Persero),” kata Abdullah.

 

Sementara itu CEO TSG Utama Indonesia Syaiful Idham mengatakan, pihaknya tertarik untuk ikut bergabung mengembangkan project yang dikembangkan INKA di Kabupaten Banyuwangi setelah melihat bagusnya prospek pabrik kereta tersebut. Bahkan sebelumnya TSG Utama Indonesia sudah pernah kolaborasi dengan INKA membangun project kereta api di negara republik Kongo. Karena itu begitu INKA kembali membuka pabrik di Banyuwangi, Syaiful pun langsung tertarik.

 

“Saya antusias dengan pengembangan INKA di Banyuwangi mulai tahap pertama hingga tahap pengembangan kawasan industri. Banyuwangi ini adalah daerah pariwisata dan akan menjadi kawasan industri, mungkin beberapa investor akan tertarik tapi TSG sangat tertarik berinvestasi di Banyuwangi melalui INKA. Kita selalu support,” kata Syaiful.

 

Dia juga menambahkan sebagai salah satu investor pengembangan INKA di Banyuwangi pihaknya akan turut mengembangkan potensi lain yang saat ini belum dikembangkan di Banyuwangi. Salah satunya adalah mendirikan kawasan industri disekitar INKA. Tentunya, untuk menjadikan Banyuwangi sebagai kawasan industri, TSG memerlukan partner industri yang mumpuni sebagai lokomotif akselerasi pembangunan industri di wilayah Banyuwangi.  Hal ini selaras dengan rencana INKA yang tengah mengembangkan sayapnya di Banyuwangi dengan membangun workshop kereta api baru di atas lahan seluas 80 hektar.

 

Syaiful menambahkan, posisi Banyuwangi yang cukup strategis, seperti tersedianya pelabuhan peti kemas, serta lahan terbuka yang masih cukup luas, menjadikan Banyuwangi menarik untuk dikembangkan sebagai kota industri.

 

“Saat ini INKA bersama TSG Holding mendapatkan konsensi pekerjaan di Kongo untuk membangun rel kereta api sepanjang 7.000 km yang diawali 1.700 kilometer. Itu ada kereta api yang menghubungkan antar provinsi kemudian ada kereta api yang menghubungkan antar kota. Semua produk kereta api ini diproduksi oleh INKA semua. Ini kesempatan kita untuk menunjukkan bahwa hasil produksi anak bangsa bisa bersaing di kancah global,” tandasnya.

 

Sumber: Liputan6Nusa Daily

Foto: Istimewa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU