Jumat, 1 Maret 2024

Pos Indonesia Melek Teknologi Demi Perkuat Bisnis

ads-custom-5

PT Pos Indonesia (Persero) semakin sigap dalam menghadapi tantangan disrupsi yang menjadi mimpi buruk bagi setiap perusahaan. Salah satu strategi Pos Indonesia untuk tetap eksis adalah mengikuti arus perkembangan digital. 

Perusahaan yang sudah menginjak 273 Tahun ini telah beradaptasi dengan pembaharuan produknya agar bertahan di era Industri 4.0. Bahkan pada tahun 2018, Pos Indonesia mendapat penghargaan dari Pemerintah sebagai salah satu BUMN terdepan yang mengembangkan digitalisasi. 

Dilansir dari bisnis.com, Direktur komersil Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan sejak lama perusahaan melakukan digitalisasi dan otomasi. Pos Indonesia sudah mendigitalisasi bisnisnya.

 

Inovasi Pos Indonesia, Hadapi Revolusi Industri 4.0 

 

Menghadapi era disrupsi Pos Indonesia melakukan inovasi beberapa layanan. Adapun layanan tersbut diantaranya Aplikasi Magenpos, Agenpos B2B Kurir dan Agenpos B2B Layanan Jasa keuangan. 

Inovasi Pos Indonesia mengembangkan aplikasi mobile berbasis android native untuk Layanan Payment. Melalui aplikasi ini masyrakat dapat melakukan pembayaran berbagai angsuran yang meliputi pembayaran PLN, Telekomunikasi, PDAM, PBB, Tiket pesawat/ Kereta Api, Premi asuransi, Finance dan sebagainya. Selain itu,melalui aplikasi ini dapat melakukan Layanan Wesel Instan Bayar (Pembayaran wesel instant kepada penerima weselpos) dan Layanan Kurir (Layanan pengiriman surat dan paketpos) oleh agenpos.

Pos Indonesia juga memperbaharui layanannya dengan Agenpos Business to Business (B2B) Layanan Kurir. Agenpos Business to Business (B2B) merupakan agenpos yang dikembangkan dengan pola kerja sama antara POS dengan mitra berbadan usaha yang telah memiliki banyak channel dan terhubung secara online.

 

Sumber: MSN.com
Sumber: MSN.com

Proses kemitraan dijalankan dengan pihak mitra wajib menyediakan koneksi jaringan (VPN) yang akan menghubungkan Host Mitra dengan Host Pos Indonesia. Sementara itu Pos Indonesia  juga menyediakan infrastruktur dan sistem aplikasi Layanan Jasa kurir dengan menggunakan application programming interface (API) disini system Mitra dengan sistem Pos akan terhubung. 

Melalui pola B2B tersebut Agen pos diperkirakan tumbuh cepat yang bermula dari 6.000 agenpos eksisting menjadi 45.000 agenpos. 

Pos Indonesia juga mengembangkan Agenpos B2B Layanan Jasa Keuangan. Layanan B2B  ini merupakan Layanan Kemitraan Channel Pospay. Sejak 2002, Pos Indonesia mengembangkan aplikasi Sistem Online Payment Point Pos (SOPP Pos) dan One Stop Payment Services Biller. 

Pada awalnya aplikasi SOPP Pos dikembangkan dengan platform In House Application dan akan dilayani melalui loket kantor pos dan Agenpos berbasis desktop yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan media pembayaran secara cash (tunai). Berdasarkan pengertiannya Sistem Online Payment Point Pos (SOPP Pos) merupakan layanan pembayaran rekening atau tagihan dari pelanggan Mitra Kerja Pos Indonesia.

Tujuan dari hadirnya layanan B2B ini adalah memberikan efektifitas dan efisiensi Layanan PosPay (Collecting di luar Loket Pos), memperluas jaringan layanan (Tempat pelayanan dan device), memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat (Merentensi konsumen calon mitra), Meningkatkan konstribusi pendapatan dan meningkatkan bargaining Pos Indonesia dalam jumlah biller demi tarif yang kompetitif.

 

Luncurkan Aplikasi, Pos Indonesia Targetkan Pasar E- Commerce dan Dompet Digital

 

Maraknya bisnis E-commerce dan dompet digital menjadikan Pos Indonesia tidak ada jalan lain untuk terus memperbaharui bisnisnya. 

Pos Indonesia berhasil membuat aplikasi mobile. Aplikasi ini dinamakan “POSGIRO MOBILE” dan aplikasi Cash on Delivery Customer to Customer Pos (COD C2C Pos). Aplikasi tersebut diyakini akan mendorong kinerja pada sektor financial services sekaligus menjadi tulang punggung pertumbuhan yang lebih baik pada sektor kurir yang terintegrasi pada layanan e-commerce.

 

Sumber: tagar.id
Sumber: tagar.id

POSGIRO MOBILE merupakan platform digital berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada  pemilik rekening Giropos sehingga dapat mengakses layanan Giropos dan layanan keuangan pos lainnya secara ‘mobile’. POSGIRO MOBILE berbentuk dompet digital dan bisa digunakan untuk membayar listrik, ansuran kendaraaan, dan berbagai transaksi lainnya. Sedangkan layanan COD C2C Pos adalah layanan untuk transaksi jual beli barang di luar marketplace yang sudah ada, atau transaksi customer to customer.

 

Menilik POSGIRO Mobile dan Layanan COD C2C 

 

POSGIRO Mobile diharapkan menjadi lembaran baru bagi pertumbuhan bisnis Pos Indonesia. Tidak hanya itu aplikasi ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses serta menikmati layanan keuangan yang disediakan oleh Pos Indonesia.

Digitalisasi Pos Indonesia, BUMNInfo
Digitalisasi Pos Indonesia, BUMNInfo

Dilansir dari viva.co.id, Direktur Jaringan dan Teknologi PT Pos Indonesia (Persero), Ihwan Sutardiyanta mengatakan POSGIRO MOBILE hadir menjawab tantangan di era digital yang syarat dengan berbagai kemudahan. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan adanya kebutuhan masyarakat khususnya pelanggan kantor pos dalam mengakses layanan pos dengan mudah, kapan saja dan dimana saja.

Ia menambahkan, POSGIRO MOBILE sangat memberikan kemudahan dalam berbagai transaksi. Seperti Layanan Bill Payment yang meliputi Pembayaran berbagai Tagihan: Listrik, PDAM, Cicilan Motor, Mobil, BPJS, Pembelian pulsa, token atau voucher. Selanjutnya, Pengiriman Uang melalui layanan Weselpos Instan. Lalu, Pengelolaan Keuangan melalui Layanan Giropos yang mencakup penyimpanan dana di rekening Giropos. Kemudian, Fasilitas Scan QR Code untuk pembayaran/pembelian via merchant/Micro Payment dengan basis Rekening Giropos.

POSGIRO MOBILE  juga memberikan kemudahan sekaligus fasilitas kepada seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. jika sebelumnya sangat konvensional dalam melakukan pengiriman uang namun dengan adanya POSGIRO MOBILE maka mereka dengan sangat mudah melakukan pengiriman uang kepada keluarganya di Indonesia.

Melihat tingginya pertumbuhan e commerce di Indonesia, Pos Indonesia mengintegrasikan tiga pilar layanan meluncurkan e-commerce miliknya yakni logistic shipment, C2C (Customer to Customer) dan payment gateway dalam satu platform. Integrasi ini ditandai dengan peluncuran aplikasi COD dan C2C. 

Aplikasi COD merupakan suatu metode pembayaran dimana pembeli membayar pesanan secara tunai pada saat pesanan tiba di lokasi tujuan. Pembayaran dilakukan kepada kurir yang mengantarkan barang secara langsung. Kemudian C2C merupakan transaksi ritel daring berbasis media sosial. Pelaku C2C yang paling dominan adalah UMKM di sub urban dan atau rural.

Adanya inovasi ini sekaligus mengintegrasikan 3 pilar layanan e-commerce yaitu logistic shipment, C2C dan payment gateway dalam satu platform. Logistic shipment menggunakan kurir Pos Kilat Khusus, C2C dalam pengendalian aplikasi milik Pos, dan payment gateway atau penyetoran uang memakai m-giro pos.   

 

Dukungan Bisnis Digitalisasi Pos Indonesia 

 

Melalui sinergi BUMN dalam rangka memperkuat ekonomi digital, Pos Indonesia Telkom Indonesia bekerjasama membangun jaringan teknologi untuk mendukung kegiatan digitalisasi.  Hal ini dilakukan sehubungan dengan insfrastruktur IT Pos Indonesia.

Kerjasama Pos Indonesia dengan Telkom merupakan sinergi dalam membangun infrastruktur backbone logistik dala era e-commerce. Dari sinergi BUMN ini diharapkan menjadikan logistik Indonesia berdaulat bukan hanya di perkotaan tetapi sampai ke daerah rural di seluruh Indonesia. 

Selain itu, Pos Indonesia bersama Telkom melakukan kerjasama dalam hal Pembangunan Prototype Sistem Digital Logistik Untuk Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik dan pengenalan Aplikasi “D-Order” yang merupakan salah satu channel dalam layanan demand generation Depo Logistik Nasional (DELON).

DELON merupakan jaringan yang terintegrasi node-link logistic, rural – urban yang diintegrasikan oleh State of Art ICT sehingga cocok pada era E-Commerce untuk berbagai barang (Goods) dari berbagai pemilik produk untuk berbagai model online outlet di Indonesia.

Depo Logistik Nasional (DELON) hadir dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Presiden No. 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce).

Pos Indonesia diharapkan menjadi market leader yang kuat di Indonesia. Apalagi melihat DNA bisnis yang dimiliki serta titik layanan yang memungkinkan untuk menjangkau rural area seharusnya dapat memperkuat bisnis Pos Indonesia.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU