Minggu, 21 Juli 2024

Bank Mandiri: 2019, Ekonomi Tumbuh Positif

ads-custom-5

Jakarta, BUMNinfo | Office of Chief Economist Bank Mandiri optimis ekonomi Indonesia tahun 2019 akan positif. Pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2019 diperkirakan akan mencapai 5,22%.

Menurut Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, peningkatan tersebut dipicu oleh pertumbuhan triwulanan terutama beberapa faktor musiman seperti bergesernya masa musim panen dari bulan Maret ke bulan April 2019, bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, masa libur sekolah dan tahun pendidikan baru, pemberian THR serta gaji ke-13 bagi PNS.

“Kami melihat potensi aliran masuk PMA akan kembali tumbuh pada paruh kedua tahun 2019, seiring dengan semakin meredanya ketidakpastian akibat tahun politik dan pengumuman kabinet kerja yang baru. Realisasi Belanja Pemerintah juga kami perkirakan akan meningkat pada dua triwulan terakhir. Namun demikian, risiko penurunan permintaan dunia dan kembali meningkatnya tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok sekarang ini akan menjadi faktor risiko bagi ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi kedepannya,” kata Andry Asmoro.

Pada kuartal pertama tahun 2019, ekonomi Indonesia cenderung tumbuh stabil sebesar 5,07% (yoy), dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yaitu 5,06% (yoy). Daya beli masyarakat di kuartal I/2019 terjaga baik yang ditunjukkan dengan pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga yang tercatat 5,01% (yoy), meningkat dari 4,95% (yoy) pada 1Q18.

Andry Asmoro melanjutkan, terdapat tiga faktor yang menentukan arah pergerakan BI-7DRRR, yakni tingkat inflasi, pergerakan suku bunga acuan the Fed, dan posisi Neraca Pembayaran. Untuk inflasi sendiri, sampai dengan April 2019 tingkat inflasi masih sangat stabil dan terjaga, kemudian pergerakan suku bunga The Fed juga telah memberikan sinyal positif. Hasil pertemuan FOMC Maret 2019 lalu telah mengindikasikan bahwa the Fed tidak akan menaikkan FFR di tahun ini.

Arah kebijakan the Fed yang lebih dovish tersebut memberikan dampak positif bagi pasar keuangan global, seperti terlihat dari aliran modal asing yang telah kembali masuk ke negara-negara Emerging Market, termasuk Indonesia. Faktor terakhir juga mendukung ruang pemotongan BI-7DRRR pada tahun ini. CAD dilaporkan telah menyusut dari 3,59% terhadap PDB pada kuartal IV/2018 menjadi 2,60% terhadap PDB pada kuartal I/2019.

“Seiring dengan terus membaiknya neraca perdagangan barang, kami memperkirakan CAD akan berkurang menjadi pada kisaran 2,6% terhadap PDB pada FY19,” ujarnya.

Sumber: bankmandiri.co.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU