Sabtu, 2 Maret 2024

Sukses di Dunia Senjata, Pindad Terus Tingkatkan Kinerja Keuangan Perusahaan

ads-custom-5

 

PT Pindad (Persero) berhasil melebarkan sayap dengan inovasi produksinya ke kancah Internasional. Bahkan Pindad telah dipercaya oleh MINUSCA yang merupakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menjaga perdamaian dengan memesan 24 kendaraan tempur jenis Anoa untuk operasi pasukan perdamaian di Sudan. 

Sebagai produsen peralatan bidang hankam dan industrial, pada tahun 2017 Pindad mampu membuktikan kinerja gemilangnya dengan raih laba sebesar Rp 92 Miliar. Perolehan laba ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah keberadaan Pindad. 

Terlepas dari masa kejayaannya di tahun 2017, pendapatan Pindad terus meningkat. Pada tahun 2018, Pindad meraih pendapatan sebesar Rp3.200,90 miliar di tahun 2018, naik Rp744,77 miliar atau 30,32% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp2.456,13 miliar. 

Selain itu Pindad berhasil membukukan Perolehan Proyek sebesar Rp 5, 57 triliun atau mencapai 108 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kenaikan yang cukup besar jika dibandingkan dengan tahun 2017 dengan capaian Rp 5,08  triliun. 

 

Intip Pendapatan Usaha Pindad 

 

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pertahanan, cakupan segmen oeprasi Pindad diantaranya, Divisi Munisi, Divisi Senjata, Divisi Alat Berat, Divisi Tempa Cor dan Perkertaapian, Divisi Kendaraan Fungsi Khusus dan Divisi Bahan Peledak Komersial. 

Sumber: BeritaSatu
Sumber: BeritaSatu

Pada Tahun 2018, perolehan pendapatan pindad berdasarkan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (a member of the RSM network) Devisi Munisi meraih Pendapatan Usaha sebesar Rp858,55 miliar, naik Rp173,32 miliar atau 25,29% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp685,23 miliar. Kenaikan ini terjadi karena adanya kontrak baru. 

Berbeda dengan Divisi Munisi, Pendapatan dari Devisi Tempa Cor dan Perkerataapian mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp216,78 miliar, naik Rp138,72 miliar atau 177,70% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp78,06 miliar. 

Adanya peningkatan pada pendapatan Pindad membawa kenaikan pada aset Pindad. 

Diketahui sampai dengan akhir tahun 2018, Pindad mencatatkan jumlah Aset sebesar Rp6.453,29 miliar, naik Rp491,75 miliar atau 8,25% dibandingkan dengan akhir tahun 2017 sebesar Rp5.961,54 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan pada Aset Lancar sebesar 4,74% dan Aset Tidak Lancar sebesar 39,19%.

 

Grafik Ikhtisar Keuangan Pindad selama 5 Tahun 

 

Sumber: Annual Report 2018
Sumber: Annual Report 2018

Selama lima tahun Pindad mengalami peningkatan yang cukup tajam, dalam aset maupun pendapatan perusahaan.Terlihat total aset Pindad dari tahun 2014 mencapai 2,83 triliun, naik hingga lebih dari 100 persen dan mencapai kisaran 4 triliun pada tahun 2018. Tahun 2018 aset Pindad menjadi 6,45 triliun. 

pindad4

Pindad mengalami kenaikan Laba bruto dari 0,38 triliun pada tahun 2014 hingga menjadi 0,80 triliun pada tahun 2018. Sedangkan perolehan laba bersih Pindad juga meningkat, pada tahun 2014 mencapai 0,01 triliun lalu pada tahun 2018 mencapai 0,10 triliun.

pindad5

Meskipun pada tahun 2015 mengalami penurunan, Pindad mampu memperbaiki perolehan laba bersihnya di tahun 2016 dengan perolehan mencappai 0,05 triliun. 


pindad6

Pendapatan Pindad selama lima tahun kebelakang sangat baik.  Tidak mengalami fluktuasi pendapatan, pada tahun 2018 Pindad mampu mencapai pendapatan usaha hingga 3,20 triliun. 

Kinerja Perusahaan dan Target Pindad di Masa Datang

 

Kinerja keuangan suatu perusahaan akan terus meningkat dengan adanya dengan perolehan kontrak baru. Hingga Semester I 2019, Pindad telah meraih kontrak senilai Rp 4 triliun. Perolehan kontrak terdiri dari kontrak senilai Rp 2,7 triliun untuk alat-alat persenjataan yang digunakan keperluan pertahanan dan keamanan (hankam), serta kontrak senilai Rp 1,3 triliun alat-alat berat yang digunakan untuk keperluan bisnis industri

Selain itu, demi tercapainya target kontrak sebesar Rp 8,1 triliun hingga akhir tahun 2019, Pindad sedang memproses kontrak penjualan medium tank dan infantry fighting vehicle (8×8) serta alat-alat berat di sektor swasta.

Diketahui, Pindad telah mencatatkan pertumbuhan penjualan 38,88% secara tahunan dari Rp 936 miliar pada semester I 2018 menjadi Rp 1,3 triliun di semester I 2019. Penjualan ini merepresentasikan 25,49% dari target penjualan Pindad di sepanjang tahun 2019 yang sebesar Rp 5,1 triliun.

Penjualan yang telah dilakukan didominasi oleh penjualan domestik. dengan persentase sebesar 85%. Sementara itu, sebanyak 15% sisanya terdiri atas penjualan ekspor.

Meski tahun ini menoreh prestasi yang baik, Pindad terus bekerja keras hingga menjadi peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka di Asia pada tahun 2023 nanti. Sebagai perusahaan yang bergerak di industri pertahanan, Pindad akan terus berinovasi sesuai dengan perkembangan industri konstruksi dan bisnis investasi infrastruktur. 

Saat ini perusahan Pindad telah memperkuat fondasi bisnis dengan menjadi bisnis alutsista sebagai tulang punggung dan kemudian menginisiasi bisnis non alutsista terkait secara teknologi yang berkaitan dengan teknologi alusista. Sehingga sejalan dengan visi dan misi perusahaan diharapkan pada tahun 2021 bisnis non alutsista Pindad mampu menjangkau penelitian dan pengembangan produk altsista yang mutakhir.

 

InfoUtama_PINDAD-Keuangan-Perusahaan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU