Rabu, 21 Februari 2024

Waw! Lolos dari Laut Merah, Kapal Gamsunoro Pertamina Melaju ke Terusan Suez

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info – Kapal MT Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menyelesaikan proses loading di pelabuhan Rabigh, Arab Saudi, dan beranjak meninggalkan area Laut Merah untuk melanjutkan pelayaran dan menuju ke terusan suez.

“Saat ini kapal sudah kembali berlayar menuju terusan Suez untuk selanjutnya ke perairan Amerika. Alhamdulillah, seluruh kru dan kondisi kapal  dalam keadaan selamat dan aman,” ujar Direktur Crude and Petrolium Tanker PIS Brilian Perdana, dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Februari 2024.

Brilian menjelaskan, kapal MT Gamsunoro yang sempat banyak diberitakan karena lolos untuk berlayar di laut merah adalah kapal milik PIS. Kapal yang dibangun pada 2010 ini dioperasikan untuk mengangkut dan mendistribusikan minyak mentah, berbendera Indonesia, dan juga diawaki oleh kru-kru Indonesia.

“Tim PIS terus melakukan monitoring ketat sejak area Laut Merah memanas, dan terus memantau perkembangan situasi. Kami juga berkoordinasi erat dengan otoritas terkait di masing-masing wilayah, agar kapal Gamsunoro bisa berlayar dan beroperasi dengan aman dan lancar,” jelas dia.

PIS, kata Brilian, intens berkoordinasi dengan Singapore Maritime & Port Authority, Atase Pertahanan Kedutaan Besar UAE, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut-Kementrian Perhubungan Indonesia, dan lainnya.

“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap perjalanan kapal kami, seperti MT Gamsunoro, dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tambah Brilian.

PIS juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan doa yang diberikan oleh para pekerja, keluarga, dan juga masyarakat Indonesia selama periode ini sehingga MT Gamsunoro bisa berlayar dengan aman dan selamat.

PIS terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri perkapalan global dengan memastikan keamanan, keberlanjutan, dan keunggulan dalam setiap operasionalnya. PIS berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam mendukung kebutuhan energi dunia.

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU