Rabu, 17 April 2024

Holding BUMN Pangan Gandeng AS Geber Ekspor Pangan, Ini Taktiknya!

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info – Holding BUMN Pangan ID FOOD membuka peluang ekspor komoditas pangan dengan menggandeng asosiasi asal Amerika Serikat (AS), National Association of State Departments of Agriculture (NASDA). Langkah ini menyusul pertemuan yang telah dilangsungkan keduanya pada Selasa kemarin.
Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan peluang ekspor komoditas dan produk pangan, salah satunya melalui strategic patnership dengan asosiasi pertanian negara tujuan ekspor.

“Dalam kunjungan pimpinan dan delegasi NASDA ke kantor ID FOOD, diharapkan semakin memperkuat dan membuka peluang baru kerja sama di sektor pangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat,” kata Frans dalam keterangan tertulis, Rabu (9/8/2023).

Frans menjelaskan, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak membahas sejumlah peluang perdagangan berbagai komoditas, mulai dari daging sapi, grand parent stock chicken, produk susu, hingga perikanan. Hal ini sejalan dengan Indonesia sendiri, melalui ID FOOD, telah memiliki banyak portofolio ekspor pangan.

“Sejak dibentuk menjadi Holding BUMN Pangan, ID FOOD memiliki portofolio bisnis yang semakin beragam. Banyak di antaranya merupakan komoditas yang berpeluang untuk diekspor seperti komoditas perikanan seperti tuna, gurita yang dikelola oleh PT Perikanan Indonesia. Selain itu, komoditas kopi dan rumput laut yang dikelola oleh PT Perusahan Perdagangan Indonesia (PPI) juga terus melakukan pengembangan pasar ekspor,” terangnya.

Untuk komoditas perikanan ID FOOD seperti tuna, pada 2023 ini telah mencatatkan volume ekspor sebanyak 406 metrik ton (MT), sedangkan untuk gurita sebanyak 294 MT. Frans mengatakan, ekspor komoditas perikanan menyasar sejumlah negara konsumen besar, seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Sementara itu untuk komoditas kopi, ID FOOD telah mencatatkan ekspor sebesar 100 MT per 2023, dengan negara Mesir sebagai salah satu tujuannya. Kemudian, untuk rumput laut telah dilakukan ekspor sebanyak 900 MT. Terbaru, PPI member of ID Food melepas ekspor rumput laut jenis seaweed eucheuma spinosum ke China, pada Juli lalu.

“Volume ekspor tersebut adalah yang telah direalisasikan di sepanjang tahun 2023, sehingga sampai akhir tahun nanti angkanya masih berpeluang bertambah. Kita terus dorong, mengingat ini bagian dari kontribusi ID FOOD untuk meningkatkan daya saing produk pangan nasional di pasar mancanegara. Di harapkan melalui kolaborasi bersama stakeholder dalam dan luar negeri angka ekspor produk pangan lokal trennya dapat terus meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Frans juga menekankan, terkait pentingnya untuk terus menjaga dan membangun hubungan perdagangan yang baik antara Indonesia dengan AS. Hal ini sejalan dengan salah satu visi dan tujuan pembentukan Holding BUMN Pangan yang dicetuskan Menteri BUMN Erick Thohir dalam mewujudkan perusahaan pangan nasional berkelas dunia.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha ID FOOD Dirgayuza Setiawan mengatakan, selain komoditas pangan, sejumlah proyek strategis dan aset perusahaan juga berpotensi untuk dikerjasamakan. Termasuk di dalamnya proyek-proyek investasi untuk meningkatkan kemampuan ID FOOD menjaga ketahanan pangan Indonesia lewat pembangunan infrastruktur penunjang produksi dan distribusi komoditas pangan melalui kerja sama pendanaan, operasional, dan bentuk lainnya.

“Kita juga sampaikan, peluang kerja sama pemanfaatan aset ID FOOD yang tersebar di seluruh Indonesia yang memiliki beragam fungsi mulai dari perkantoran, pergudangan, hingga lahan yang bisa dikembangkan. Diharapkan kerjasama ini dapat mendatangkan investasi luar negeri mengingat potensi bisnis pangan yang masih sangat besar dan terbuka di Indonesia,” katanya.

Dalam momentum yang sama, CEO NASDA Ted McKinney mengatakan, kunjungan ini merupakan peluang yang sangat baik untuk menjalin hubungan dengan Indonesia. Ia juga menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari seperti apa BUMN di Indonesia dibandingkan dengan BUMN di negara lain.

“Dalam kesempatan tersebut delegasi NASDA tertarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut lingkup bisnis ID FOOD dan juga landscape industri pangan di Indonesia. Kedua pihak juga saling menyampaikan harapan untuk terjadinya hubungan bisnis,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, NASDA merupakan asosiasi yang menghimpun departemen pertanian Negara Bagian Amerika Serikat. Peran strategis asosiasi yang didirikan tahun 1916 ini di antaranya memperkuat komunitas yang bergerak di sektor makanan dan pertanian Amerika melalui kebijakan, kemitraan, dan keterlibatan publik.

Source : Detik Finance
Dokumentasi : Tribunnews

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU