Senin, 20 Mei 2024

Bulog Tak Bantah Serapan Gabah Petani Turun Drastis, Apa Penyebabnya?

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info – Perum Bulog mengakui serapan gabah petani sepanjang 2024 turun drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penyerapan gabah oleh Bulog hingga 14 April 2024 tercatat sekitar 120.000 ton. Jumlah tersebut setara dengan 64.000 ton beras. Adapun sebanyak 46% dari jumlah gabah yang terserap dilakukan saat panen di April 2024. Penyerapan gabah dalam jumlah besar dilakukan Bulog di beberapa wilayah kerja mereka yang juga menjadi sentra produksi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Selatan dan Yogyakarta.

Dalam keterangan resminya, Senin (15/4/2024), Perum Bulog mengakui bahwa penyerapan 64.000 ton beras petani pada periode awal tahun tersebut masih lebih rendah dibandingkan penyerapan beras petani pada periode Januari-April 2021 hingga 2023 yang rata-rata mencapai 375.000 ton.

Kendati begitu, Bulog mengeklaim bakal terus mengoptimalkan pengadaan beras dari dalam negeri seiring adanya panen raya yang masih berlangsung hingga Mei 2024. Pihak Bulog beralasan, rendahnya penyerapan beras lokal tahun ini merupakan imbas dari adanya keterlambatan tanam dan panen raya karena dampak El Nino di tahun lalu. Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan bahwa produksi beras pada kuartal I/2024 turun 17% dibandingkan periode yang sama 2023.

Secara terperinci, HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang sebelumnya Rp5.000 per kilogram naik menjadi Rp6.000 per kilogram. Lalu, gabah kering giling (GKG) di gudang Perum Bulog yang sebelumnya Rp6.300 per kg naik menjadi Rp7.400 per kilogram. Sementara itu, HPP beras di gudang Perum Bulog dengan derajat sosoh minimal 95%, kadar air 14%, butir patah maksimal 20%, dan butir menir maksimal 2% yang sebelumnya Rp9.950 per kilogram dipatok menjadi Rp11.000 per kilogram.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU