Minggu, 3 Maret 2024

Cadangan Freeport Bisa Hingga 2052, Indonesia Mau Menambah 10% Kepemilikan Saham di PTFI.

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info l Pemerintah berencana menambah kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) sebanyak 10%.

Menurut Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk memperpanjang kontrak PTFI setelah 2041. Pertimbangan itu dilihat dari meningkatnya pendapatan PTFI dari tahun ke tahun.

Saat ini, pemerintah Indonesia sendiri memegang kepemilikan saham mayoritas PTFI sebesar 51%. Sementara, sisanya dimiliki oleh Freeport McMoRan (FCX).

Bahlil menambahkan bahwa potensi utang yang dimiliki oleh BUMN kemungkinan besar akan lunas, maka dari itu pemerintah sedang melakukan strategi untuk memperpanjang kontrak dari PTFI dan menambah saham kepemilikan sebesar 10%.

Melihat dari pendapatan yang di terima untuk negara dari dari PT Freeport Indonesia, sebenarnya cadangan yang dimiliki oleh tambang PTFI itu ada berapa banyak ya?

Chairman of The Board & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson membeberkan tambang PTFI yang berada di Tembagapura Papua masih menyimpan banyak cadangan mineral. Bahkan, mineral tersebut masih bisa diolah atau diproses lebih dari tahun 2041.

Perlu diketahui bawah tambang milik PTFI yang berlokasi diTembagapura belum seluruhnya di eksplorasi. Sehingga PTFI mencatat cadangan yang masih bisa ditambang yaitu hingga 2052.

PTFI pun sudah berencana menambah investasi hingga 2041. Investasi yang digelontorkan sebesar US$ 18,6 miliar, termasuk pembangunan smelter kedua di Gresik, Jawa Timur. “Dalam 20 tahun ke depan kita berencana menggelontorkan hampir US$ 20 miliar, yang mana US$ 3 miliar untuk pembangunan smelter di Gresik,” ujar Adkerson.

Pemegang saham perlu dilakukan karena memberikan dampak yang positif untuk negara dan mendukung rencana penambahan porsi saham di Freeport Indonesia, menurut Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurutnya, penambahan saham di PTFI, maka ini bisa berdampak pada peningkatan pendapatan negara, baik dari sisi pajak maupun pembagian dividen. “Kalau nambah saham, kan pemasukan negara nambah, pajak nambah, bisa juga nambah-nambah dividen,” ungkapnya

Source: CNBC

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU