Kamis, 20 Juni 2024

3 Perusahaan BUMN Geothermal Bentuk Kemandirian Energi Nasional

ads-custom-5

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding panas bumi yang terdiri dari tiga perusahaan plat merah di bidang pengelolaan geothermal. Ketiganya yakni PT Pertamina Geothermal Energy, PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Gas & Geothermal. Ditargetkan penggabungan aset panas bumi ketiga perusahaan akan selesai di tahun ini.

Indonesia dinilai memiliki potensi panas bumi yang berlimpah, dan saat ini sebagai produsen energi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Dengan begitu, pengembangan panas bumi di Indonesia dapat terealisasi secara maksimal, dan pengembangannya akan lebih cepat. Terutama untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sebagai informasi, berikut ini proyek geothermal dari masing-masing perusahaan. Pertama, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah memiliki 14 wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 MW yang dijalankan secara Joint Operation Contract (JOC). Serta rencana 5 tahun ke depan pengadaan kapasitas terpasang PLTP dari kapasitas eksisting sebesar 672 MW menjadi sekitar 1.300 MW.

Kedua, PLN Gas & Geothermal (PLN GG) memiliki operasi dan pemeliharaan untuk tiga PLTP, di antaranya PLTP Lahendong berkapasitas 4 x 20 Megawatt (MW), PLTP Ulumbu (4 x 2,5 MW), dan PLTP Mataloko (1 x 2,5 MW). Serta PLTP Binary dengan total kapasitas 30 MW pada lokasi-lokasi PLTP eksisting yang berada di Lahendong, Ulubelu dan Dieng, serta eksplorasi di area Candradimuka.

Ketiga, PT Geo Dipa Energi (Persero) telah mengerjakan pengembangan wilayah kerja panas bumi (WKP) eksisting di Dieng dan Patuha, proyek small scale 10 MW di Dieng, dan proyek 2 x 55 MW Dieng unit 2 dan Patuha unit 2.

Perusahaan Panas Bumi Terbesar di Dunia

Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury pun telah mengkonfirmasi pembentukan holding panas bumi BUMN. Nantinya, holding akan diisi oleh tiga perusahaan, yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Geothermal.

Dengan begitu, akan ada integrasi dari keunggulan pengembangan (drilling), transmisi energi ke pengguna, maupun dari sisi pendanaan. Lebih lanjut, Pahala mengklaim bahwa holding ini akan menjadi perusahaan dengan kepemilikan kapasitas PLTP terbesar di dunia.

“Gabungan perusahaan geothermal akan menjadi terbesar di dunia dalam installed capacity pembangkit geothermal. Ini merupakan inisiatif pengembangan baru dan terbarukan,” sambung Pahala.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU