Rabu, 12 Juni 2024

Kimia Farma (KAEF) Kurangi Impor Bahan Baku Obat Hingga 15%

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan akan menekan ketergantungan bahan Baku Obat (BBO) nasional hingga 15% pada 2021. Selama ini, sekitar 90% bahan baku obat (BBO) KAEF masih diimpor dari China dan India. 

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, dengan adanya holding BUMN Farmasi ini, akan memperkuat kemandirian farmasi “Selama ini 90% bahan baku obat masih diimpor 60% dari China dan sisanya dari India” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/2).

Impor bahan baku yang masih masif ini menurut Honesti membuat devisa negara tertekan. Adapun dengan adanya holding farmasi targetnya di akhir 2020 nanti bisa mengurangi impor bahan baku sebesar 5% karena pabrik baru beroperasi di tahun ini. 

Adapun di 2021 impor bahan baku bisa ditingkatkan tiga kali lipatnya atau mencapai 15% sehingga impor bahan baku obat dapat ditekan menjadi 75%.  Dalam memuluskan targetnya ini, Honesti menjelaskan, Kimia Farma sudah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun.

Impor bahan baku yang masih masif ini menurut Honesti membuat devisa negara tertekan. Adapun dengan adanya holding farmasi targetnya di akhir 2020 nanti bisa mengurangi impor bahan baku sebesar 5% karena pabrik baru beroperasi di tahun ini. 

Adapun di 2021 impor bahan baku bisa ditingkatkan tiga kali lipatnya atau mencapai 15% sehingga impor bahan baku obat dapat ditekan menjadi 75%.  Dalam memuluskan targetnya ini, Honesti menjelaskan, Kimia Farma sudah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun.

Belanja modal akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik, khususnya bagi pabrik yang sedang dibangun yakni di kawasan Banjaran Kabupaten Bandung. Adapun belanja modal juga dialokasikan untuk pabrik KAEF di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).

Honesti tidak menampik, industri farmasi tidak akan bisa menihilkan impor bahan baku karena industri kimia dasar belum bisa menopang kebutuhan bahan baku farmasi. 

Adapun untuk bahan baku yang akan diprioritaskan untuk diproduksi tahun ini adalah bahan baku kolesterol, diabetes dan kosmetik.

Sumber : industri.kontan.co.id

Foto : TEMPO/Nickmatulhuda

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU