Selasa, 21 Mei 2024

Februari 2021, Erick Thohir Akan Jajaki Kerja Sama Mobil Listrik dengan Tesla

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla pada Februari mendatang. Penjajakan itu ditujukan untuk menjalankan masterplan pengembangan industri mobil listrik di Indonesia.

“InsyaAllah di bulan Februari ini, saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama ini,” kata Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).

Menteri BUMN juga sudah memerintahkan PLN untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengubah strategi bisnisnya pasca pandemi. Ia memastikan, PLN sudah on-track dan sudah ikut dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan electronic vehicle (EV) battery. Konsorsium itu terdiri dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) alias Inalum, PT Pertamina (Persero), hingga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Kemudian PLN juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan dari Korea dan China. Salah satunya yang sudah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) adalah LG Energy Solution Ltd, anak usaha LG Group senilai US$9,8 miliar atau Rp142 triliun.

Ada sejumlah alasan Indonesia akan menjadi pemain utama industri mobil listrik. Sejalan dengan misi Presiden Jokowi yang ingin mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri mutakhir dikarenakan sumber daya alam Indonesia mendukungnya. Sebagai salah satu negara dengan sumber daya nikel yang terbesar, hal ini mendukung Indonesia jadi produsen utama sumber daya baterai mobil listrik.

“Baterai sendiri merupakan komponen utama dalam produksi mobil listrik. Dengan kekayaan alam yang kita miliki tentu harus didukung pula dengan kualitas sumber daya manusia kita agar mampu menjadi produsen utama dalam industri mobil listrik,” kata Erick.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa mobil listrik punya banyak manfaat. Tak hanya manfaat bagi ekonomi melainkan manfaat bagi lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Mobil listrik dinilai lebih ramah lingkungan. Emisi yang dihasilkan lebih rendah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak, sehingga akan mengurangi polusi udara dan juga polusi suara.

Menurut Erick, semua pihak harus menjaga ketahanan energi nasional, saat ini Indonesia mengimpor 1,5 juta barrel per hari untuk BBM. Mobil listrik adalah solusi untuk mengurangi berpindahnya devisa ke luar negeri.

 

Sumber: CNN IndonesiaTempo

Foto: MEDCOM/Eka

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU