Rabu, 22 Mei 2024

Bukit Asam Bidik Sejumlah Negara untuk Pasar Baru Ekspor

ads-custom-5

Palembang, BUMNInfo | PT Bukit Asam (Persero) atau PTBA baru saja menargetkan tujuh negara sebagai pasar baru untuk mengekspor batu bara produksinya. Perluasan bisnis ini dinilai mampu menyelamatkan perusahaan dari pelemahan permintaan dunia akibat pandemi Covid-19.

 

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menyatakan, perseroan sedang menjajaki pasar Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, Thailand, Hong Kong, dan Korea Selatan untuk menjadi mitra dagang baru. Selama ini, porsi ekspor PTBA sekitar 42% dari total produksi hampir 30 juta ton per tahun, yang sebagian besar ke India dan China.

 

“Tantangan cukup besar pada 2020, seiring penyebaran virus corona. PTBA harus tetap bertahan dalam kondisi ini, dan salah satunya harus mencari pasar baru ekspor,” kata Arviyan dalam konferensi video.

 

Ia mengatakan pasar baru itu sangat dimungkinkan karena sumber daya batu bara ini menjadi kebutuhan primer di sejumlah negara. Bahkan, beberapa negara yang menerapkan lockdown seperti India, pada Maret lalu masih membuka pintu perdagangan dengan PTBA, tapi melalui pelabuhan khusus.

 

Selain pasar baru, di tengah pandemi, BUMN yang memiliki lokasi penambangan di Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan ini, melakukan efisiensi dalam pengelolaan usaha.

 

“Program efisiensi terus kami lakukan, untuk mengendalikan pengeluaran, termasuk inovasi dalam penambangan. Kami juga sedang mencari lokasi-lokasi baru penambangan, yang stripping ratio dan jarak angkut rendah,” ungkapnya.

 

Sementara itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, PTBA mampu meraup laba Rp1 triliun pada triwulan I (Januari – Maret) 2020 dengan penjualan batu bara meningkat 2,1% jika dibandingkan tahun sebelumnya, atau naik dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton.

 

Untuk angkutan batu bara dengan menggunakan kereta api mengalami peningkatan sebesar 12,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari 5,8 juta ton menjadi 6,5 juta ton.

 

Capaian positif ini terjadi di tengah penurunan harga batubara Newcastle sebesar 29,5%, maupun harga batubara termal Indonesia (Indonesian Coal Index /ICI) GAR 5000 sebesar 6,9% dibandingkan harga rata-rata triwulan I 2019.

 

Namun, menurut Arviyan, kinerja baik di triwulan I ini sulit berlanjut di triwulan II jika eskalasi penyebaran virus corona belum berakhir.

 

“Kami sedang mengkaji kemungkinan merevisi target, karena harus realistis juga. Jika perkiraan ahli bahwa pandemi ini berakhir di Juni atau Juli meleset, maka mau tak mau kami harus melakukan perubahan target,” kata dia.

 

Sebelumnya, perseroan merencanakan produksi batu bara sebesar 30,3 juta ton pada 2020 atau naik 4% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 29,1 juta ton.

 

kinerja PT BUKIT ASAM

 

Sumber: AntaranewsRepublika

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

Foto: dok. PTBA

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU