Rabu, 17 April 2024

PNM dan Baznas Bangun Akses Air Bersih Untuk Warga Garut

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | UNIT Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Kelompok Kerja (Pokja) Salarea membangun fasilitas sanitasi air bersih di Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat. Akses air bersih berupa sumur bor dalam ini sebagai solusi krisis air bersih yang kerap melanda warga Cibatu akibat terdampak kemarau panjang tiap tahun.

Dua titik fasilitas air bersih telah selesai dibangun, yakni di Kampung Kebon Tengah-Cileles, Desa Cibunar, dan satu lagi di Kampung Sindang Sari, Desa Kertajaya. Peremian pengoperasian kedua fasilitas air bersih ini dilaksanakan, Sabtu (5/10/2019).  

Pendiri Pokja Salarea, Dadan M Ramdan mengatakan, pengadaan sarana sumber air bersih ini bersal dari donasi UPZ Baznas PT PNM (Persero) sebagai bentuk dari optimalisasi pemanfaatkan dana zakat. “Kami bekerjasama dengan PNM dan Baznas dalam penyediaan fasilitas air bersih yang sangat dibutuhkan oleh warga Cibatu, Garut. Selama ini, warga yang terdampak kekeringan memanfaatkan kiriman air bersih dari PDAM dan sumbangan warga setempat. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sungai dan kali untuk keperluan sehari-hari meski tidak layak,” terangnya.

Dadan menjelaskan, Pokja Salera sangat mengapresiasi pihak PNM dan Baznas yang telah menyalurkan donasi untuk kegiatan sosial ini. Pasalnya, keberadaan sanitasi air bersih tersebut sangat dibutuhkan dan tentu bermanfaat bagi banyak warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih setiap musim kemarau. “Air bersih sangat vital untuk keperluan sehari-hari,” tukasnya.

Ketua RT Kebon Tengah, Udad Komarudin mengaku, sangat senang dengan adanya sumur bor tersebut. “Sebelum diresmikan, kami sudah merasakan manfaatnya karena memang sangat membutuhkan,” akunya. A juga berharap, pengadaan sarana sumber air bersih ini bisa dibangun di lokasi lainnya. “Masih banyak warga di desa lainnya yang susah air karena sudah langganan setiap tahun,” keluh udad.  

Dadan menambahkan, Pojka Salarea dalam tiga tahun ini fokus menyalurkan donasi yang bersumber dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan untuk pembangunan sarana air bersih lewat Program Sedekah Air. Hal ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan swasta terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, salah satunya air bersih.

Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, sedikitnya enam kecamatan mengalami kekeringan pada tahun ini, dengan kondisi warga sulit mendapatkan air bersih. Beberapa kecamatan yang mengalami darurat air bersih ini adalah Cibatu, Leles, Caringin, Limbangan, dan Malangbong. Cibatu menjadi salah satu kecamatan yang paling parah mengalami krisis air bersih.

Menurut Dadan, kesulitan air bersih di Cibatu sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah di wilayah rawan kekeringan. Untuk menanggulangi masalah ini, selain dengan pengadaan sumur bor dalam, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk perluasan saluran irigasi dan pipanisasi air berih.

“Dari data BPBD Garut, saat ini sekitar 2.700 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan dan seluas 5.600 hektare lahan pertanian yang terancam kekeringan, padahal itu lahan produktif. Kekeringan tersebar mulai dari wilayah utara dan selatan,” ungkapnya.

Sementara Asisten Daerah (Asda) I, Kabupaten Garur, Nurdin Yana, yang hadir mewakili Bupati Garut, mengatakan, Kabupaten Garut saat ini sedang dilanda kemarau panjang dan berdampak terhadap kekeringan dan sulitnya air bersih.

“Saya atasnama pemerintahan, mengucapkan terima kasih pada Pokja Salarea, yang telah peduli terhadap warga Garut, dengan membangun sumur bor di daerah yang terdampak kekeringan,” singkatnya.

Sumber : www.galamedianews.com

Foto : http://harianpelita.co

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU