Senin, 20 Mei 2024

Pelindo II Raup Laba Bersih Rp 2,5 Triliun di 2019

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatat adanya kenaikan laba bersih sebesar Rp 2,50 triliun di 2019. Raihan tersebut naik sekitar 3% dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 11,43 triliun.

 

Sedangkan untuk pendapatan usaha, IPC meraup Rp11,14 triliun, atau turun 2,5% dibandingkan angka pada 2018 yang sebesar Rp 11,43 triliun.

 

Direktur Utama IPC Arif Suhartono juga mengatakan, jumlah setoran pajak kepada negara yang dibayarkan IPC pada tahun lalu adalah sebesar Rp 1,172 triliun atau naik Rp 8 miliar dari tahun sebelumnya. Sementara dividen yang disetorkan ke negara mencapai Rp 832,7 miliar atau naik sebesar Rp 178,8 miliar dibandingkan tahun 2018.

 

“Di tengah melambatnya arus ekspor/impor di tahun 2019, IPC mampu melampaui perolehan laba bersih tahun 2018. Ke depan, kami akan terus melakukan inovasi untuk menjaga tren positif perolehan laba bersih perseroan,” kata Arif dalam keterangan pers.

 

Selain itu, IPC juga sukses meraih peningkatan nilai aset korporasi sebesar Rp 608 miliar, dari Rp 51,4 triliun menjadi Rp 52,04 triliun.

 

Menurut Arif, perolehan pendapatan Perseroan cukup bergantung pada trafik keluar masuk (throughput) peti kemas. Pada 2019, trafik arus peti kemas berhasil dipertahankan di angka 7,6 juta TEUs. Hasil ini dinilainya cukup positif dengan adanya tantangan perlambatan perekonomian dunia.

 

Sepanjang 2019, IPC terus menambah kedatangan kapal-kapal besar. Saat ini, dalam sebulan minimal terdapat 8 kapal raksasa (mother vessel) berkapasitas di atas 10.000 TEUs yang berlabuh di Tanjung Priok.

 

Guna menjaga trafik peti kemas, IPC juga terus memperbanyak rute-rute pelayaran langsung (direct call) ke berbagai benua.

 

“Saat ini Tanjung Priok sudah melayani direct call dengan rute ke Amerika, Eropa, Australia dan China” ungkapnya.

 

Meskipun tren kenaikan laba bersih berhasil dipertahankan, Arif mengakui ada beberapa catatan perbaikan kinerja ke depan. Apalagi tahun ini IPC dihadapkan pada situasi yang penuh tantangan, di mana pandemi virus corona (Covid-19) sangat berpengaruh pada trafik peti kemas.

 

“Kondisi ini terjadi di hampir semua pelabuhan dunia. Namun, kami akan tetap berupaya agar kinerja perusahaan terjaga,” tandasnya.

 

Sumber: Kontan.co.idKompas.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU