Senin, 15 April 2024

Brantas Abipraya Incar Dana IPO Sebesar Rp3 Triliun

ads-custom-5

PT Brantas Abipraya (Persero) menyatakan akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial publik offering (IPO) pada tahun 2022.

Langkah ini dipilih setelah Kementerian BUMN belum menurunkan izin kepada perseroan untuk IPO sejauh ini. BUMN bidang konstruksi itu berharap bisa menghimpun dana segar sekitar Rp3 triliun lewat pelepasan saham ke publik. 

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas, mengungkapkan pihaknya akan menggenjot performa perseroan di tahun ini. Salah satu peningkatan yang akan dilakukan adalah penyelesaian 6 proyek bendungan yang dijalani. Pada Februari 2021 lalu, salah satu dari proyek bendungan yang dikerjakan Brantas telah telah rampung dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yakni Bendungan Tukul.

“Selain Bendungan Tukul, tahun ini Brantas Abipraya juga menargetkan lima bendungan lainnya selesai, yaitu Bendungan Tapin, Bendungan Kuningan, Bendungan Semantok, Bendungan Ciawi, dan Bendungan Cipanas,” kata Manager Wasdal Divisi Operasi 2 Brantas Abipraya Djoko Men Utomo.

Adapun, Brantas Abipraya telah berusaha melantai di bursa sejak 2018. Jika Abipraya berhasil melantai tahun depan, rencana IPO tersebut telah tertunda sektiar tiga tahun.

Sebelumnya, Direktur Utama Brantas Abipraya Bambang E. Marsono mengatakan perseroan menargetkan IPO pada 2021. Adapun, dana hasil IPO akan digunakan perseroan sebagai modal ekspansi.

Bila rencana IPO berjalan mulus, Brantas Abipraya akan menambah daftar kontraktor pelat merah yang melantai di Bursa Efek Indonesia menyusul PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU