Kamis, 29 Februari 2024

PTPP Siasati Strategi Bisnis untuk Pemulihan Kinerja Perusahaan

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT PP (Persero) Tbk telah menetapkan berbagai program kebijakan dan strategi perusahaan guna optimistis di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Wabah pandemi Covid-19 berdampak besar dalam semua sektor kehidupan, termasuk sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

Untuk mencapai target kinerja keuangan di tahun 2021 ini, PT PP menyusun berbagai strategi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Perseroan menuangkan strategi tersebut ke dalam buku Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (“RKAP”) 2021. Strategi berorientasi kepada 5 (lima) fokus utama sesuai dengan prioritas Kementerian BUMN, yaitu: Nilai Ekonomi dan Sosial, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta.

“Di masa pandemi Covid-19 ini telah membuat banyak perusahaan merubah cara menjalankan proses bisnis. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang harus mendaur ulang rencana bisnis perusahaannya. Tentunya hal tersebut dilakukan oleh perusahaan untuk dapat bertahan dan bangkit di masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui, wabah pandemi Covid-19 ini bukan hanya masalah kesehatan global tetapi sudah berubah menjadi bencana ekonomi dunia. Banyak sekali sektor usaha yang terdampak akibat merebaknya wabah tersebut termasuk dunia konstruksi. Oleh karena itu, Perseroan telah menuangkan berbagai kebijakan strategi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang,” ujar Yuyus Juarsa Sekretaris Perusahaan kepada rekan media.

 

Dalam sektor Nilai Ekonomi dan Sosial, salah satu strategi yang akan dijalankan oleh Perseroan, yaitu dengan berfokus pada segmen Champion (Seaport dan Power Renewables). Dalam Inovasi Model Bisnis, salah satu yang akan dijalankan oleh Perseroan ditahun ini dengan melakukan penyelarasan sistem Induk dan Anak Perusahaan. Dalam Kepemimpinan Teknologi, Perseroan akan mempercepat pengembangan smart construction technology. Sementara itu, Perseroan juga akan mengembangkan global talent readiness program di bidang SDM.

Dalam bidang investasi, Perseroan akan fokus pada selective investment. Proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas perusahaan saat ini. Selain itu, smart recycling asset akan difokuskan kepada proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannnya dan memiliki profitabilitas yang baik. Hasil smart recycling asset akan digunakan kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya yang menurut perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan.

Bukan hanya menyusun strategi jangka pendek, Perseroan juga menyusun strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk terus bertumbuh dan bertahan. Beberapa strategi yang telah disusun meliputi: memperluas kepemimpinan, investasi (perputaran nilai), penyelarasan lini bisnis, dan memperkuat kapabilitas perusahaan.

Untuk memperkuat aspek strategi, perseroan bertransformasi menyesuaikan diri (adaptif) dalam menghadapi masa pandemi, yaitu dengan menerapkan beberapa strategi atau kebijakan bisnis, yaitu: melakukan transformasi portofolio bisnis, transormasi unit bisnis, transformasi organisasi, transformasi tata Kelola binis, dan transformasi pengelolaan inovasi, teknologi & corporate knowledge.

Dengan menjalankan strategi jangka pendek di tahun 2021 dan menjalankan strategi offensive yang telah disusun di masa pandemi, perseroan berharap dapat mencapai kinerja perusahaan yang telah ditargetkan di awal tahun ini. Meski perseroan menjadi salah satu perusahaan yang terdampak pandemi Covid, pencapaian kinerja keuangan sepanjang 2020 masih terbilang cukup baik. Perseroan masih dapat membukukan laba Bersih tahun berjalan sebesar Rp266 Miliar yang mana pencapaian tersebut melampaui target revisi yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Pada tahun 2020 ini, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,83 Triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan dibukukan sebesar Rp13,65 triliun turun 32,5% dari tahun 2019 sebesar Rp20,25, sehingga perseroan masih mengantongi laba kotor sebesar Rp. 2,17 Triliun dengan kenaikan marjin laba kotor sekitar 13,73%. Kenaikan marjin laba kotor di tahun 2020 sebagian besar didominasi oleh proyek-proyek yang berada pada tahap pekerjaan cut & fill seperti Kawasan Industri Terpadu Batang dan Jalan Tol Semarang Demak.  Pada akhir tahun 2020, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp53,47 Triliun. 

WhatsApp Image 2021-04-16 at 09.33.34

 

Sumber: bumn.go.idberitasatu.com

Foto: Beritasatu Photo

Infografis: Angela/BUMN INFO

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU