Rabu, 19 Juni 2024

Perpanjangan Tangan Holding Pariwisata, Sarinah Kolaborasi dengan 2 Negara

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Menteri Erick Thohir yang mendukung prakarsa ini mengharapkan PT Sarinah (Persero) dapat menitik-beratkan pada kurasi dan seleksi produk UMKM dan Nusantara yang premium, kualitas dunia serta yang sesuai dengan minat dan selera pasar kategori produk-produk duty-free dunia. Sarinah yang akan masuk ke liga pasar retail dan duty-free internasional juga perlu meningkatkan kapasitas baik kelembagaan maupun SDM melalui proses scouting dan pembelajaran manajemen retail dunia.

 

Untuk itu, PT Sarinah (Persero) bersama Dufry perusahaan terkemuka asal Swiss di bidang travel retail dengan lebih dari 2400 gerai di 400 lokasi di 65 negara di dunia, serta grup industrialis Omega Group Mexico, perusahaan ekspor, impor, distribusi dan retail property management, pada Senin (9/11/2020) dengan difasilitasi dan bertempat di KBRI Mexico City menandatangani Nota Kesepahaman atau MOU Joint Venture dalam acara Business Forum Indonesia Latin America & Carribean (INA-LAC).

 

“Untuk tahap pertama saya targetkan setidaknya ada 10 produk unggulan Indonesia yang bisa dipasarkan melalui kerjasama ini dan nantinya diharapkan semakin terbuka lagi peluang produk lokal dan UMKM go global,” harap Erick.

 

Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati menyampaikan bahwa prakarsa ini merupakan salah satu langkah strategis Sarinah bertransformasi dan berekspansi ke pasar global selaras dengan visi pemerintah melalui Kementerian BUMN agar para BUMN tidak saja mengekspor produk dalam negeri tetapi juga bertransformasi. Dengan menggandeng mitra strategis seperti Dufry dan Omega grup maka gerbang pasar riil dunia khususnya di sektor ritel dan travel maupun leisure memberi peluang kepada produk UMKM masuk ke liga utama pemain dan pebisnis dunia.

 

MOU ini secara garis besar merumuskan beberapa peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi perusahaan dan yang paling strategis adalah Sarinah sebagai satu-satunya BUMN retail dalam klaster pariwisata dan pendukung merintis pasar internasional dalam kerangka perdagangan multilateral. Bagaimanapun Sarinah dinilai harus selalu membawa kepentingan nasional dan nation brand di mancanegara. Model kerjasama seperti ini diarahkan untuk mewujudkan identitas bangsa yang kaya keberagaman ini melalui showcase atau memamerkan secara permanen di pasar-pasar retail premium dunia. Beberapa manfaat lain yang tertuang dalam Nota Kesepahamam ini adalah akan dibuat Indonesian Corner dan House of Indonesia di berbagai gerai dan pusat perbelanjaan yang merupakan jejaring Dufry & Omega di dunia.

 

Kerja sama ini ditenggarai merupakan perpanjangan tangan dari pembentukan holding BUMN pariwisata yang mana PT Sarinah (Persero) termasuk di dalamnya. Fetty memastikan bahwa upaya yang dilakukan Kementerian BUMN untuk menggabungkan perusahaan-perusahaan pelat merah yang bergerak dalam lini yang sama bisa membuka peluang bisnis lebih luas pada masa mendatang.

 

Rencana terdekat Sarinah sebagai anggota holding adalah dengan langsung membuka toko bebas bea atau duty free shop. Fetty mengungkapkan, rencana ini ditargetkan terealisasi pada 2021. Toko duty free milik Sarinah rencananya akan ada di tiga lokasi, yakni Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, dan gerai perseroan di MH Thamrin Jakarta. Fetty belum mendetailkan rencana investasi untuk toko tersebut.

 

“Dengan holding, Sarinah dapat berperan sebagai retail management & duty free shop operator,” ujar Fetty saat dihubungi pada Ahad, 8 November 2020.

 

Holding BUMN pariwisata dan penerbangan akan melibatkan enam perusahaan pelat merah dan anak-anak usahanya. Keenam perusahaan itu adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels & Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas ditunjuk sebagai induk holding.

 

Rencana holding pariwisata terangkum dalam dokumen paparan dan diskusi karyawan yang disosialisasikan sejak Oktober 2020. Berdasarkan paparan tersebut, rencana holding akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah setoran modal dari enam perusahaan yang akan dilakukan pada kuartal IV 2020. Kemudian tahap kedua berupa restrukturisasi portofolio yang akan berlangsung pada 2021 hingga 2022. Nantinya akan terbentuk empat klaster dalam holding pariwisata dan penerbangan.

 

Klaster pertama, yakni bandara, akan beranggotakan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Kemudian yang kedua ialah klaster penerbangan yang meliputi Garuda Indonesia dan Pelita Air Service. Klaster selanjutnya, yaitu klaster manajemen perjalanan yang bakal beranggotakan Sarinah, ITDC, TWC, Inna Hotel & Resorts, Aerowisata, dan Garuda Indonesia Holiday France. Keempat, klaster servis aviasi dan logistik berisi Gapura Angkasa, Angkasa Pura Solusi, GMF AerAsia, Garuda Indonesia Kargo, Angkasa Pura Kargo, Aero Express, Angkasa Pura Supports, dan Aerofood ACS.

 

Pihak Sarinah berharap holding BUMN bisa memberikan efek yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Misalnya, konsolidasi ini mampu menggerakkan daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi.

BUMNINFO/Naufal Anjani
BUMNINFO/Naufal Anjani

 

Sumber: Investor DailyTempo

Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU