Biofarma Siapkan Vaksin Halal untuk Campak

Must read

- Advertisement -spot_img
ads-custom-5

PT Biofarma, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi vaksin dan antisera menargetkan untuk dapat memproduksi vaksin halal untuk MR atau Measles Rubela pada 2024. Target ini menyusul ditemukannya komponen non-halal seperti gelatin yang berasal dari kulit babi dan enzim tripsin dari pancreas babi pada vaksin untuk virus campak dan rubella tersebut.

 

vaksinbiofarma280818-2

Direktur Utama Biofarma periode 2018, Rahman Roestan mengungkapkan, para peneliti sudah mulai meriset material pengganti untuk MR. Roestan menambahkan, Biofarma memiliki forum riset yang sudah berjalan selama delapan tahun dengan fokus menemukan material vaksin yang memenuhi standar halal. Meskipun demikian Roestan mengakui jalan menuju produksi masih berliku, sebab Biofarma belum menemukan material yang pas pengganti vaksin MR. “Proses penelitian materialnya sendiri bisa memakan waktu hingga 15 – 20 tahun. Kemudian setelah itu masih ada tahap uji pra-klinis.” jelas Roestan

vaksin77

Karena itu MUI mengeluarkan fatwa soal hukum penggunaan vaksin MR. Penggunaan vaksin MR untuk saat ini diperbolehkan, meski dinyatakan positif mengandung unsur babi. Fatwa tersebut diterbitkan MUI dengan alasan karena ada kondisi keterpaksaaan, belum ditemukan vaksin yang halal dan suci, dan dari keterangan ahli akan menimbulkan bahaya jika tidak diimunisasi. 

 

Fatwa MUI sejalan tersebut dengan seruan WHO dimana capaian vaksinasi harus 95%. Hal tersebut demi tercapai kekebalan kelompok yang dapat memberikan perlindungan bagi mereka yang belum memiliki imunitas. Selain itu juga disokong dengan temuan data, dimana suspek campak tahun tertinggi di 2018 adalah Provinsi Nangroe Aceh Daroessalam. Sebuah Provinsi yang menjalankan syariat Islam.

 

Kejadian Campak

Potensi Pasar Terhadap Vaksin Halal

Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri untuk kebutuhan vaksin halal, PT Biofarma juga mengincar pasar vaksin halal global. Menurut Dr Tabassum Khan, direktur pelaksana AJ Pharma Holding, sebuah perusahaan farmasi yang berbasis di Malaysia dan anak perusahaan dari kelompok investasi Arab Saudi Al Jomaih Group. Secara global, konsumen Muslim menghabiskan hingga $ 75 miliar untuk konsumsi produk-produk farmasi. Nilai konsumsi tersebut menjadikan muslim sebagai kelompok terbesar ketiga di pasar farmasi global.

InfoBisnis_Vaksin-Halal-Biofarma

Belum lagi adanya penunjukkan Biofarma oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk pembuatan vaksin negara anggota. Hal tersebut semakin memperkuat tekad Biofarma sebagai produsen vaksin terbesar di Asia untuk menjadi penyedia vaksin halal terbesar di dunia.

ads-sidebar
ads-custom-4

BERITA TERKAIT

ads-custom-3

POPULER

BERITA TERBARU