Kamis, 29 Februari 2024

Raup Kontrak IKN Rp 6 Triliun, HK Kebut Proyek Pakai Teknologi

ads-custom-5

Salah satu perusahaan konstruksi pelat merah, PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat sejumlah proyek infrastruktur di ibu kota nusantara (IKN) dengan total nilai hampir Rp 6 triliun atau tepatnya Rp 5,9 triliun. “Angka ini berasal dari tujuh proyek yang digarap secara bersamaan dan simultan,” ungkap EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo kepada Kompas.com, Selasa (9/1/2023). Ada pun rincian ketujuh proyek tersebut sebagai berikut:

  • Tol IKN Segmen P. Balang-Sp. Riko (5B): Rp 2,04 triliun
  • Pembangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 2: Rp 766,4 miliar
  • Pembangunan Rusun ASN 2: Rp 1,488 triliun • Pembangunan Rumah Sakit IKN: Rp 204,8 miliar
  • Pembangunan Sarana Prasarana IB: Rp 320 miliar
  • Pembangunan Kawasan Masjid Negara IKN: Rp 460,6 miliar
  • Pembangunan Bandara VVIP IKN: Rp 653,1 miliar

Tak hanya itu, menurut Tjahjo, saat ini juga Hutama Karya tengah mengincar satu proyek baru sebagai bagian dari kontrak baru 2024 yang saat ini masih dalam proses tender.

Atas seluruh proyek tersebut, Tjahjo memastikan perseroan menerapkan sejumlah strategi percepatan agar tuntas sesuai target yang telah dijadwalkan. Strategi dimaksud adalah dengan implementasi teknologi dalam setiap pengerjaan proyek untuk meningkatkan efisiensi serta pengelolaan secara real time. “Penggunaan teknologi ini termasuk Building Information Modelling (BIM) dalam proses perencanaan serta memperhitungkan volume pekerjaan agar lebih efisien,” tambah Tjahjo. Selain BIM, teknologi drones juga digunakan untuk pemetaan dan pemantauan proyek.  Kemudian melakukan kolaborasi dan koordinasi yang efektif dengan stakeholder dan pihak terkait lainnya, dan memperkuat manajemen proyek dengan memastikan penugasan sumber daya yang tepat.

Selanjutnya, memperluas pemasok serta pengajuan alternatif material dengan memastikan agar suplai berjalan dengan baik, dan memastikan pengerjaan dengan prinsip keberlanjutan jangka panjang dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar. “Kami juga menerapkan green construction untuk menjamin proses konstruksi yang ramah lingkungan dan berdampak terhadap keberlanjutan konstruksi,” ucap Tjahjo. Pada proyek di IKN, Hutama Karya mengutamakan keterlibatan tenaga kerja lokal, dan luar daerah dengan perhatian khusus pada kesetaraan gender yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. “Sedangkan untuk jumlahnya dapat bervariasi sesuai dengan tahapan, skala dan kompleksitas proyek,” tuntas Tjahjo.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU