Kamis, 29 Februari 2024

Smelter Tembaga Raksasa Gresik, Tonggak Hilirisasi Tambang RI

ads-custom-5

Presiden Joko Widodo telah meresmikan ekspansi PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/12/2023) lalu. Kapasitas untuk produksi anoda maupun katoda tembaga pun naik dari 1 juta ton per tahun menjadi 1,3 juta ton per tahun.

Presiden Jokowi berharap kapasitas smelter hasil kolaborasi PT Freeport Indonesia dan Mitsubishi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated and Ports Estate (JIIPE) itu bisa bertambah lagi 1,7 juta ton per tahun. Sehingga total dalam setahun ada 3 juta ton produksi.

Keputusan itu menunjukkan strategi jitu dalam pemanfaatan potensi ekonomi wilayah. Tidak hanya itu, hal tersebut menunjukkan kebijakan pemerintah yang mendukung percepatan infrastruktur hilirisasi di sektor pertambangan.

Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memajukan industri pertambangan nasional. Keberadaan smelter tembaga dengan kapasitas sebesar itu tentunya menjadi pendorong semangat hilirisasi yang terus ditingkatkan.

Data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2020 mengungkapkan potensi nikel Indonesia yang begitu masif.

Indonesia, dengan kekayaan alamnya, menyimpan cadangan logam nikel sekitar 72 juta ton nikel atau sekitar 52% dari total cadangan global yang mencapai 139.419.000 ton nikel. Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Apalagi, infrastruktur pengolahan dan pemurnian (smelting) yang dikerjakan oleh PT. Freeport Indonesia tidak hanya berfokus pada tembaga. Dalam rencana strategisnya, PT. Freeport Indonesia juga berencana melengkapi smelter dengan instalasi pengolahan logam mulia (precious metal refinery/PMR).

Dengan kapasitas produksi mencapai 52 ton per tahun, lumpur anoda yang dihasilkan dari proses smelting dapat diolah lebih lanjut menjadi logam emas dan scrap emas. Tak hanya itu, potensi perak juga tidak kalah menjanjikan dengan kapasitas hingga 210 ton per tahun dari lumpur anoda yang dihasilkan.

Proyek smelter dan instalasi PMR ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun ini. Dengan demikian, Indonesia akan meningkatkan kapabilitasnya dalam mengelola bijih tembaga dan lumpur anoda menjadi produk bernilai tambah tinggi yang layak untuk diekspor. Potensi ini juga membuka peluang bagi industri hilir di dalam negeri, seperti industri perhiasan dan elektronik, untuk memanfaatkan logam emas, perak, dan tembaga yang dihasilkan.

Optimisme dalam pengembangan ini juga diwujudkan dalam proyeksi dari Kementerian Investasi/BKPM. Kementerian memproyeksikan antara tahun 2023 hingga 2040, Indonesia berpotensi meningkatkan nilai tambah sektor emas dan perak hingga mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar US$ 38,20 miliar. Ini menandakan bahwa hilirisasi sektor pertambangan di Indonesia tidak hanya akan meningkatkan ekonomi nasional tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan mendalam mengenai dampak positif yang akan dihasilkan oleh proyek smelter yang sedang dikembangkan di Gresik. Dalam pandangannya, smelter ini tidak hanya sebagai investasi ekonomi tetapi juga sebagai investasi sosial bagi masyarakat sekitar.

Menurut analisisnya, proyek besar tersebut diperkirakan akan memberikan peluang pekerjaan kepada lebih dari 11.000 individu. Hal itu tentunya menjadi berita yang sangat menggembirakan, terutama mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi oleh banyak negara di tengah pandemi global dan kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Lebih lanjut, dari total pekerja yang diperkirakan akan terlibat, Luhut menegaskan sekitar 98% di antaranya adalah tenaga kerja lokal Indonesia. Ini menandakan komitmen serius pemerintah dalam memprioritaskan kesejahteraan masyarakat lokal, serta memastikan bahwa keuntungan ekonomi yang dihasilkan dari proyek tersebut sebagian besar akan kembali menguntungkan rakyat Indonesia.

Bagi banyak generasi muda, khususnya mereka yang tinggal di sekitar area proyek, ini adalah momentum emas untuk memperoleh pekerjaan yang layak, berkesinambungan, dan memberikan kontribusi positif bagi industri pertambangan nasional serta perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Tentu saja, dengan adanya smelter dan dampaknya yang luas, akan ada banyak tantangan dan peluang yang muncul. Namun, dengan komitmen pemerintah dan dukungan dari berbagai stakeholder, harapan besar terletak pada kemajuan industri pertambangan Indonesia dan potensinya untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan negara.

Kesimpulannya, dengan beroperasinya smelter yang berstandar internasional di Gresik, Indonesia sedang memasuki era baru sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan global, khususnya dalam sektor logam mulia yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan memasukkan infrastruktur sebesar ini ke dalam ekosistem ekonomi nasional, Indonesia menunjukkan komitmen mendalam untuk berinovasi dan berkembang, memposisikan dirinya sebagai pemimpin regional dalam industri yang sangat kompetitif ini.

Visi dan misi ke depan pemerintah adalah untuk terus mendorong kolaborasi yang erat dan sinergis antara sektor publik dan swasta. Tujuannya jelas: memaksimalkan eksploitasi dan pemanfaatan sumber daya alam yang kaya di Indonesia.

Dengan membangun infrastruktur dan industri hilir yang kuat, negara ini berada di posisi paling strategis untuk mengekspor produk dengan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan, dan yang terpenting, meningkatkan kesejahteraan serta kemakmuran jutaan rakyatnya.

Langkah-langkah proaktif seperti ini bukan hanya memperkuat ekonomi domestik tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam arena ekonomi global. Menggunakan potensi sumber daya alamnya dengan cara yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk membangun masa depan yang cerah dan berkelanjutan, sambil terus memperluas jangkauannya dan memperkuat peranannya di panggung internasional.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU