Minggu, 21 April 2024

Dapat Penugasan di Mandalika, PTPP Raih Kontrak Baru Rp 8,98 T hingga Juni 2020

ads-custom-5

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 8,98 triliun sampai dengan akhir Juni 2020. Pencapaian kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak baru induk Perseroan sebesar Rp 7,91 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 1,07 triliun.

 

Berdasarkan catatan PTPP, beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan Juni 2020, antara lain Refinery Development Master Plan Joint Operation (RDMP JO) sebesar Rp 1,80 triliun, Water Treatment Pekanbaru sebesar Rp 1,26 triliun, dan Bogor Apartment senilai Rp 1,17 triliun. Selain itu, PTPP juga mendapat penugasan proyek Sport Center Banten dengan kontrak senilai Rp 794 miliar, SGAR Alumina sebesar Rp 660 miliar, RDMP Reguler sebesar Rp 576 miliar, Jalan Kendari – Toronipa senilai Rp 412 miliar, dan sebagainya.

 

Sampai dengan Juni 2020 perolehan kontrak baru itu berasal dari Perusahaan BUMN yang mendominasi dengan kontribusi sebesar 39%, disusul oleh Pemerintah (APBN) sebesar 27% dan Swasta sebesar 27% dari total perolehan kontrak baru. Sementara, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu gedung sebesar 33%, oil & gas sebesar 30%, irigasi 16%, power plant 11%, jalan dan jembatan sebesar 6%, dan lain-lain (dam dan industri) sebesar 4%.  

 

Jalin Kerjasama untuk Mandalika

Salah satu kontrak baru di tahun ini yang diraih PTPP adalah proyek pembangunan jalan di  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Perseroan telah melakukan penandatanganan kerjasama Pembangunan Jalan Kawasan Khusus KEK Mandalika pada Rabu (15/07). Penandatanganan kerjasama ini dilakukan antara dua pihak, yaitu PTPP dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Mandiri Club Jakarta.

 

Agenda penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer serta disaksikan oleh Kartika Wirjoatmodjo selaku Wakil II Menteri BUMN.

 

Menurut Novel, proyek pembangunan jalan yang bernilai Rp 900 miliar dimiliki langsung oleh ITDC di mana pembiayaannya menggunakan skema pre-financed project. Pembiayaan pembangunan proyek tersebut juga didukung oleh anggota Himbara, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN. Atas kerja sama ini, PTPP akan segera menyelesaikan penugasan demi menyukseskan terselenggaranya agenda besar pada tahun depan.

 

“Kami akan mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Kawasan Khsusus KEK Mandalika yang nantinya akan digunakan untuk penyelenggaraan MotoGP Indonesia di mana direncakan akan berlangsung pada tahun 2021 mendatang,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

 

Pembangunan Jalan Kawasan Khusus KEK Mandalika merupakan bagian dari Kawasan Sirkuit Mandalika yang dibangun di atas lahan seluas 52,5 hektar di dalam Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas The Mandalika yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat.

 

Novel mengklaim, pembangunan Jalan Kawasan Khusus KEK Mandalika dengan panjang lintasan 4,31 kilometer merupakan sirkuit jalan raya pertama di dunia yang dibangun dengan konsep menawarkan pemandangan indah yang dikelilingi hamparan perbukitan dan pantai. Hal tersebut menurutnya merupakan bukti kekayaan alami yang berada di kawasan pariwisata di selatan Pulau Lombok itu. Nantinya, sirkuit ini juga akan menjadi sirkuit jalan raya pertama di dunia yang menyelenggarakan perhelatan MotoGP.

 

PTPP optimistis dapat menyelesaikan pembangunan jalan tersebut sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada pertengahan Juni 2021. Dibekali dengan berbagai pengalaman yang dimiliki oleh PTPP selaku kontraktor BUMN, pihaknya yakin dapat menghasilkan pembangunan jalan dengan kualitas tinggi dan sesuai dengan standar internasional yang telah ditentukan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

 

“PTPP akan melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan di Sirkuit Mandalika yang sebelumnya telah mencapai progres 40%,” tegas Novel.

 

PTPP memang merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia. Berdiri sejak 1953, saat ini PTPP memiliki tujuh lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak.

 

PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi seperti pelabuhan, pembangkit listrik, bandar udara, bendungan, dan gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan berbagai penghargaan lokal dan internasional.

 

Untuk menghadapi era industri 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. Perseroan juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence.

 Infografis-Kontrak-Baru-PT-PP

Sumber: JawaposKontan.co.id

Foto: Istimewa

Infografis: BUMNINFO/Nashwan Ihsan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU