Rabu, 21 Februari 2024

Apakah Startup Solusi Untuk Indonesia?

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info l Bisnis startup seakan menjadi primadona baru dalam industrial bisnis di Indonesia. Hampir setiap tahun, bahkan mungkin setiap bulan banyak berdiri bisnis startup dari berbagai jenis dan kalangan dalam bidang teknologi. Setidaknya sampai saat ini, menurut Deputi IV Kemenko Perekonomian Muhammad Rudy Salahudin menyebutkan bahwa jumlah startup di Indonesia total ada 2.400 yang pertumbuhannya didorong sejak adanya pandemi. Dengan jumlah tersebut Indonesia menempati posisi ke 6 terbesar di dunia dalam jumlah startup terbanyak di Indonesia. Ini menjadi catatan sejarah penting bangsa Indonesia, memiliki banyak startup yang bisa berkompetisi di kancah internasional. Percepatan inilah yang harus dimanfaatkan oleh Negara Indonesia untuk mengembangkan ekonominya, termasuk dari segi ekonomi kreatif yang dimiliki startup.

Pembangunan ekonomi kreatif merupakan suatu proses menciptakan dan mengembangkan sumber daya ekonomi yang didasari dengan kemampuan seseorang atau kelompok untuk menghasilkan ide-ide kreatif. Hal ini dapat terjadi melalui proses penciptaan, produksi, distribusi, dan konsumsi produk atau jasa yang inovatif dan bernilai tambah.

Indonesia memiliki beberapa startup yang populer sering digunakan oleh masyarakat seperti Gojek, Grab, Shopee, Lazada, Tokopedia, Ruangguru, Quipper, HaloDoc, Ovo, Dana, dan lain-lain yang merupakan perusahaan berbasis penyedia layanan barang dan jasa teknologi digital. Dari beberapa startup tersebut ada yang menerima suntikan investasi dari perusahaan BUMN yaitu Gojek. PT Telekomunikasi merupakan salah satu investor Gojek yang menggelontorkan dana sebesar Rp6,4 Triliun. 

Menurut Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Ardiansyah mengatakan, investasi yang dilakukan sudah melalui kajian yang matang. Investasi ini didorong oleh strategi perusahaan, potensi sinergi, dan peluang kolaborasi antara Telkomsel dengan Gojek. Ririek juga menambahkan, bahwa Gojek adalah mitra yang tepat karena memiliki layanan digital dan model bisnis yang jelas, sehingga dapat mendorong potensi sinergi yang kuat dengan Telkomsel. Gojek terlahir dari platform digital buatan anak bangsa, dengan kapabilitas dan ekosistem layanan yang relevan dengan Indonesia, dan menawarkan peluang untuk menjadi local champion.

Investasi Telkomsel di Gojek bertujuan untuk mendorong ekonomi digital yang berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan kolaborasi dari aset dan ekosistem dari kedua belah pihak. Dengan begitu startup mampu berdampak positif bagi perekonomian negara. Berikut beberapa dampak positif dari startup:

  1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Startup dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien dibandingkan dengan bisnis tradisional. Selama pandemi covid-19, Perusahaan startup yang menjadi bagian ekonomi digital, berkontribusi sebesar 4% dari GDP. Perusahaan startup dapat bertahan dan mendorong ekonomi Indonesia di saat banyak sektor yang gugur akibat pandemi covid-19.

2. Dapat Menciptakan Lapangan Pekerjaan 

Saat pengangguran semakin meningkat, startup justru menyaring potensi-potensi baru. Dengan orientasi pada kemajuan teknologi, startup dapat membuka lapangan pekerjaan khususnya untuk para pemuda yang ingin membangun karir di bidang teknologi dan bisnis.

3. Meningkatkan Ekspor Negara

Startup dapat membantu negara dalam meningkatkan ekspor. Dengan mengembangkan produk atau jasa yang memiliki nilai tinggi, maka dapat meningkatkan daya saing produk tersebut di pasar Internasional. Lalu, startup dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kuantitas dari ekspor negara dengan menggunakan teknologi yang terkini.

4. Meningkatkan Jumlah Pendapatan dari Pajak

Startup dapat membantu meningkatkan jumlah pendapatan negara dari pajak. Dengan meningkatnya startup yang berorientasi pada teknologi, maka dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan penerimaan pajak bagi negara. Selain itu, jika produk yang dimiliki oleh Indonesia dapat bersaing di pasar internasional, maka meningkat juga pendapatan negara dari pajak ekspor.

Akan tetapi, bisnis startup tidak selamanya menjanjikan keuntungan yang seperti dibayangkan. Ada banyak beberapa sisi negatif dari dunia startup diantaranya sebagai berikut:

  1. Kemungkinan Gagal Sangat Besar

Di dunia startup kemungkinan gagal sangatlah besar. Menurut pakar dunia digital dan pihak VC (Venture Capital) mengatakan bahwa 90-99% startup akan mengalami kegagalan. Penyebabnya adalah produk yang tidak diterima di masyarakat atau kehabisan dana operasional.

2. Sulit Mendapatkan Keuntungan dalam Waktu Singkat.

Startup sulit dalam mendapatkan keuntungan dengan singkat karena biaya operasional yang cukup besar. Kemudian, banyak startup yang melakukan kesalahan dalam memulai bisnisnya seperti membakar uang dengan memberikan promo besar-besaran. Ini tidak akan menjadi masalah jika perusahaan tersebut didukung investasi yang besar. Namun akan menjadi masalah jika keuangan dari startup tersebut belum stabil. Seharusnya startup memiliki cara lain untuk mendapatkan perhatian dari target pasarnya seperti menawarkan produk terbaik yang memiliki keunggulan tersendiri di mata konsumen.

3. Persaingan Semakin Ketat

Selanjutnya dari sisi negatif startup yaitu semakin banyaknya persaingan yang menjadikan kejenuhan dalam dunia bisnis seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin banyak startup yang memiliki jenis bisnis hampir sama. Jika ada startup yang baru membangun, maka mereka harus siap dengan pemain lama yang namanya sudah besar terlebih dahulu. Contohnya seperti startup di bidang transportasi, saingan terbesarnya adalah seperti Gojek dan Grab.

Startup sebagai digitalisasi memudahkan para pelaku kreatif dalam memasarkan produk dan layanannya. Meningkatnya aktivitas masyarakat dalam menggunakan media digital ini akan semakin memperlancar mempromosikan produk ke ruang digital. Startup merupakan  bagian  dari  sektor  ekonomi  kreatif  yang  dapat  mendorong  perekonomian indonesia. Ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor yang berperan cukup dalam perekonomian indonesia. Era digital dimanfaatkan dalam berbagai hal seperti startup atau yang dikenal dengan bisnis berbasis digital. Dari permasalahan yang muncul di masyarakat terciptalah solusi kreatif yaitu berdirinya startup di Indonesia. Startup sebagai salah satu contoh penerapan digitalisasi yang memiliki peranan positif bagi perkembangan ekonomi kreatif di indonesia. 

Perkembangan startup di Indonesia semakin besar dengan ini perlu adanya dukungan dan keseriusan pemerintah dalam mengambangkan bidang ini karena startup adalah bagian dari  ekonomi  kreatif  yang  akan  membantu  menumbuhkan  perekonomian  di  indonesia. Mendirikan sebuah bisnis atas dasar kemampuan diri sendiri merupakan suatu keahlian besar yang dimiliki oleh seseorang dalam mengimplementasikan kemampuanya pada kegiatan bisnis. Namun alangkah baiknya jika pelaku bisnis startup memperhatikan planning jangka panjang dari bisnis yang telah didirikan. Sebab tidak sedikit pebisnis startup yang gagal karena kurang matangnya rencana. Bijaknya penggunaan teknologi tak luput dari bagaimana seseorang mempergunakan fasilitas yang memang sudah ditawarkan. Alangkah baiknya dengan adanya teknologi, pebisnis dapat mengelola secara maksimal dalam mengeluarkan inovasi dari bisnis yang telah dijalankan. Begitu pun dengan kewaspadaan para investor termasuk BUMN, agar mengkaji terlebih dahulu startup yang ingin diberikan dana investasi dengan cermat. Hal ini agar mengurangi dampak-dampak yang akan terjadi jika mengalami kebangkrutan.

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU