Senin, 4 Maret 2024

Waduh! BUMN Mendapat Beban Baru dari Proyek KCJB

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info l Proyek Kereta Cepat jakarta Bandung (KCJB) membuat BUMN mendapat tekanan beban baru dari China karena telah meningkatkan suku bunga pinjaman yang awalnya 2% meningkat menjadi sebesar 3,4%. Meningkatnya suku bunga ini di khawatirkan menambah beban BUMN yang ikut dalam proyek tersebut.

Menurut Tauhid Ahmad selaku Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) memberikan pandangan bahwa suku bunga yang di berikan oleh China ke Indonesia lebih mahal dari negara lainnya seperti Jepang.

“Pertama memang harus tahu dulu 3,4% itu time periode berapa. Bisa relatif mahal kalau misalnya hanya 20 tahun, karena China memberikan bantuan pinjaman ke Sri Lanka itu maksimal 2% untuk jaminan 20 tahun,” kata Tauhid, kepada CNBC Indonesia dikutip Selasa (18/4/2023).

Dibandingkan dengan negara lain seperti Jepang, Indonesia masih terbilang mahal. Di mana menurutnya rata-rata memberikan bunga pinjaman untuk proyek infrastruktur paling tinggi 0,55% – 1,1% untuk jangka waktu 20 – 30 tahun.

Adanya permintaan dari penyelenggara proyek untuk menaikan konsesi menjadi 80 tahun, artinya proyek ini dinilai kurang menguntungkan secaran finansial, namun tidak ada potensi gagal bayar dari pemerintah Indonesia, lanjut Tauhid.

“Saya kira nggak. Malu pemerintah Indonesia kalau sampai gagal bayar. Tapi BUMN-nya yang bakal bleeding (pendarahan),” kata Tauhid.

Pinjaman RI dari China untuk proyek sebesar US$ 560 juta setara dengan Rp 8,3 triliun dari total biaya cost Rp 17,9 triliun. Ditambah China meminta utang proyek dijamin oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lalu target dari penumpang kereta cepat ini sebesar 30.000 perhari namun dinilai sulit dicapai karena melihar tara-rata penumpang harian kereta Argo Parahyangan hanya 10.000-14.000 dalam kondisi normal.

Source: CNBC

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU