Selasa, 27 Februari 2024

PT Industri Baterai Indonesia Siap Jadikan Indonesia Sebagai Raja Baterai Dunia

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info l Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Industri Baterai Indonesia (IBI) atau dikenal dengan Indonesia Battery Corporation (IBC), terus berkomitmen untuk menggenjot ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Untuk merealisasikan pengembangan baterai EV dan ekosistem EV di Indonesia berjalan pesat, pihaknya telah menyiapkan roadmap atau peta jalan yang siap diimplementasikan, menurut Toto Nugroho selaku Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC).

“Jadi di 2023 konsentrasi kami bagaimana meningkatkan dari segi kualitas dan biaya, maksudnya harga dari roda dua kita meningkatkan yang sebelumnya penjualan total hanya 6.000 unit tahun ini ditingkatkan jadi 15 ribu unit,” jelas Toto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (12/4/2023).

Fokus IBC pada saat ini yaitu memproduksi kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Hal ini terjadi setelah perusahaan berhasil menguasai 53,93% saham PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), produsen motor listrik Gesits.

Selain itu, fokus dari IBC yaitu menggarap pembuatan Energy Storage System (ESS), berupa baterai penyimpanan energi. Lalu, akan membuat pabrik baterai untuk kendaraan listrik roda empat, serta pabrik baterai daur ulang dapat beroperasi pada tahun 2024-2025.

“Battery EV pertama di Indonesia sudah mulai diproduksi di Karawang dan recycle untuk Battery EV sudah kami targetkan beroperasi di 2024 atau 2025 akhir,” katanya.

Pada tahun 2025 di targetkan pembuatan pabrik pengolahan prekursor, pabrik pengolahan NPI/nickel matte, pabrik pengolahan HPAL, dan pabrik pengolahan katoda. Pada tahun tersebut menjadi periode yang cukup penting untuk Indonesia menurut Toto.

“Jadi baterai material yang siap kita olah jadi baterai Made In Indonesia. Ini kita harapkan di 2026 benar benar battery cell yang kita dapatkan dari hulu bisa berproduksi pertama kali dari Indonesia,” kata dia.

Kemudian pada tahun 2030, diharapkan Indonesia bisa melakukan penguasaan terhadap teknologi baterai. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi bergantung dengan pihak luar.

Source: CNBC

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU