Senin, 4 Maret 2024

Terkuak! Biang Keladi Hengkangnya AS dari Proyek Kesayangan Jokowi, DME RI

ads-custom-5

BUMN Info, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menjelaskan alasan di balik perginya perusahaan petrokimia asal Amerika Serikat yakni Air Products and Chemicals Inc. dari proyek hilirisasi batu bara di Indonesia.

Seperti diketahui, Air Products memilih angkat kaki dari dua proyek gasifikasi batu bara RI. Dua proyek tersebut yakni proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) dengan PTBA dan Pertamina, dan juga proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol dengan perusahaan Bakrie Group, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM mengatakan bahwa salah satu pemicu hengkangnya Air Products dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini adalah dikarenakan tidak adanya titik temu untuk nilai keekonomian dan juga model bisnis antara Air Products dengan konsorsium bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Bukit Asam (PTBA), serta KPC.

Dia menambahkan, dengan perginya Air Products dari rencana investasi hilirisasi batu bara di Indonesia, dia menilai Indonesia harus mengevaluasi kembali, baik dari sisi perencanaan, aspek keekonomian, hingga penguasaan teknologi hilirisasi batu bara dalam negeri.

Di lain sisi, Wakil Menteri BUMN I, sempat menyebutkan bahwa sampai dengan saat ini memang belum ada investor lain yang menggantikan Air Products, namun sebelumnya Pertamina sudah memiliki MoU dengan 12 pihak.

Source : CNBC Indonesia

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU