Kamis, 29 Februari 2024

Naik 0,5 Persen, Holding BUMN Asuransi IFG Cetak Laba Rp 3,4 Triliun di 2022

ads-custom-5

Jakarta, BUMN Info – Indonesia Financial Grup (IFG), BUMN holding asuransi, investasi dan penjaminan mencatatkan kinerja positif tahun 2022. IFG mencetak laba bersih Rp 3,44 triliun atau naik 0,5% dibanding tahun lalu yang Rp 3,42 triliun.
Direktur Utama IFG Robertus Bilitea mengungkapkan, kinerja positif tersebut berasal dari kenaikan sejumlah pendapatan, di antaranya pendapatan dari underwriting, pendapatan jasa keuangan & pengelolaan gedung, pendapatan lain-lain terutama dari penerimaan denda sumbangan wajib pada salah satu anak perusahaan.

Di samping itu, laba bersih holding juga disumbang oleh kenaikan hasil investasi, yang berasal dari sejumlah anak perusahaan, di antaranya IFG Life sebesar Rp 1,1 triliun, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Rp 297 miliar, dan PT Jasa Raharja sebesar Rp 262 miliar.


“Dengan sentimen positif tersebut, kenaikan pendapatan usaha konsolidasi holding diproyeksikan naik menjadi 20% Rp 10,50 triliun dari periode sebelumnya sekitar Rp 9,30 triliun,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (30/01/23).

Kenaikan pendapatan premi tersebut masing-masing disumbangkan oleh anak perusahaan, antara lain IFG Life sebesar Rp 830 miliar, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Rp 578 miliar, dan Jasa Raharja Rp 212 miliar.

Jasindo juga mencatat perbaikan tingkat kesehatan pada kinerja fundamental perusahaan dengan mencatat Risk Based Capital (RBC) menjadi positif sejak akhir tahun lalu menjadi 137,21%. Hal ini terjadi karena implementasi Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang ketat dari anak perusahaan dan dukungan holding dalam memberikan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) sebesar Rp 250 miliar.

“Kinerja holding yang mencatatkan laba tersebut berasal dari komitmen dan konsistensi holding bersama anak perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis, yang berorientasi pada fokus bisnis pada masing-masing anak perusahaan dan mendasarkan kinerja pada tata kelola perusahaan yang prudent, transparan, dan berkelanjutan,” tuturnya.

“Kinerja holding yang mencatatkan laba tersebut berasal dari komitmen dan konsistensi holding bersama anak perusahaan dalam melakukan transformasi bisnis, yang berorientasi pada fokus bisnis pada masing-masing anak perusahaan dan mendasarkan kinerja pada tata kelola perusahaan yang prudent, transparan, dan berkelanjutan,” tuturnya.

IFG juga terus melanjutkan dukungan di sektor riil dengan memberikan penjaminan kredit KUR dan PEN. Melalui dua anak perusahaan, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Jamkrindo, IFG memberikan jaminan kredit kepada total 55,7 juta penerima KUR dan 2,5 juta penerima PEN.

Askrindo melakukan penjaminan KUR terhadap 29,7 juta penerima senilai Rp 770,7 triliun, yang berkontribusi terhadap penyerapan lapangan pekerjaan sebesar 52,8 juta. Untuk PEN, Askrindo menjamin 40,9 ribu penerima senilai Rp 25,4 triliun, yang menyerap lapangan kerja sebanyak 872,7 ribu.

Sementara itu, Jasindo melakukan penjaminan KUR atas 26 juta penerima dengan nilai Rp 756,9 triliun, yang membuka lapangan kerja sebanyak 35,1 juta. Untuk PEN, perusahaan tersebut menjamin 2,1 juta penerima dengan nilai Rp 33,3 triliun dan menyerap lapangan kerja sebesar 2,4 juta.

Selain KUR dan PEN, melalui anak perusahaan Bahana Artha Ventura, IFG juga menyalurkan pembiayaan di sektor ultramikro (UMi) senilai Rp 2 triliun. Pembiayaan tersebut terhitung dari periode 2017 hingga tahun lalu. Penyaluran UMi tersebut dilakukan melalui 23 mitra strategis perusahaan modal ventura daerah dan 44 koperasi dengan mekanisme channeling.

Di sisi lain, melalui Jasindo, IFG juga memberikan perlindungan asuransi atas risiko gagal panen yang dihadapi petani dan peternak sapi, antara lain melalui asuransi tani padi terhadap 8,1 juta petani dan asuransi ternak sapi terhadap 320 ribu peternak.

“Kami memahami sektor UMKM menjadi andalan dalam menjaga pertumbuhan nasional. IFG akan terus melanjutkan mandat pemerintah dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM dan UMi ke depan,” pungkasnya.

Source : Detik.com
Dokumentasi : Harian Analisa

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU