Senin, 4 Maret 2024

Strategi BRI Agro Tumbuhkan Produk Layanan Digital

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) yang ditugaskan menjadi Digital Attacker BRI Group, terus berbenah guna menunjang transformasi digital yang dilakukan Perseroan. Untuk itu, BRI Agro terus melakukan inovasi pada produk layanan digital yang dimiliki Perseroan. 

Sigit Murtiyoso Direktur Retail Agri dan Pendanaan BRI Agro mengatakan, inovasi produk layanan digital Perseroan dilakukan melalui Pinang. Pinang merupakan pionir dari Digital Loan di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi face recognition, digital signature, dan plafond pinjaman yang mencapai 25 Juta Rupiah. Pinang akan masuk ke dalam ekosistem fintech untuk mengakselerasi peningkatan penetrasi di masyarakat saat persaingan industri jasa keuangan semakin ketat.

“Inovasi terbaru Pinang adalah pada credit scoring engine mampu meningkatkan approval rate yang memungkinkan nasabah Pinang untuk mendapatkan plafond pinjaman yang lebih fleksibel, serta memudahkan nasabah untuk memenuhi kebutuhan,” kata Sigit dalam keterangan resminya, Minggu (2/5/2021).

Persiapan BRI Agro dalam memasuki persaingan digital sudah dilakukan sejak tahun 2018, yaitu melalui produk pinjaman digital yang disebut Pinjam Tenang (Pinang). Pinang adalah pinjaman berbasis digital yang merupakan produk pinjaman berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang dimiliki oleh bank. 

Aplikasi Pinang sudah sepenuhnya digital dengan sistem verifikasi digital, digital scoring dan tanda tangan digital. Pinang sudah 100% digital end to end process, tanpa perlu tatap muka, tanpa perlu tanda tangan basah, dan tanpa perlu datang kantor BRI Agro. Pada tahun 2020, total pencairan Pinang mencapai sebesar Rp70,6 miliar dan telah disalurkan kepada 18.069 debitur.

Modernisasi Pinang pada credit scoring engine menghasilkan pertumbuhan yang masif. Penyaluran kredit Pinang saat ini mencapai Rp500 juta dalam satu hari. Untuk kedepannya Pinang bersama mitra strategis akan menyiapkan program menarik. Sehingga, diharapkan akan tercipta brand engagement antara masyarakat dengan produk Pinang yang dapat memberikan keuntungan optimal bagi masyarakat dan BRI Agro. Pinang akan diakselerasi ke dalam ekosistem fintech dan gig economy dalam rangka menciptakan infrastruktur digital bagi pekerja di sektor gig economy.

Selain melakukan pengembangan produk melalui pinjaman digital, BRI Agro juga melakukan partnership dengan ekosistem yang berada di industri keuangan digital yaitu fintech. Fintech memiliki keunggulan dengan proses yang lebih cepat, lebih mudah dan serba digital. Sebagai institusi perbankan, BRI Agro melihat sebuah peluang yang baik dengan adanya kolaborasi. Kerjasama dengan fintech yang sudah dilakukan, antara lain, dengan Investree, Modal Rakyat, Payfazz, dan TaniHub.

Sepanjang tahun 2020, total disbursement melalui partnership mencapai Rp215 miliar. Aplikasi Pinang diharapkan dapat menjadi produk digital lending pilihan masyarakat, di antara sekian banyak produk fintech lain karena keunggulan pada kecepatan pencairan, keamanan data konsumen, dan bebas dari biaya admin dan biaya tambahan lain.

 

Sumber: keuangan.kontan.co.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU