Jumat, 12 Juli 2024

4 BUMN Bank Penyumbang Pendapatan Negara Rp13,5 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Empat Bank Badan Usaha Milik Negara BUMN) yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, telah memutuskan pembagian dividen hasil laba bersih yang diperoleh pada 2020. Pembagian dividen keempat bank BUMN ini diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan untuk tahun buku 2020 masing-masing bank yang sudah digelar. Total dividen yang dibagikan oleh bank-bank ini mencapai Rp 23,21 triliun. Negara sebagai mayoritas pemegang saham masing-masing bank, secara total mendapatkan setoran senilai Rp 13,53 triliun, hasil dari raihan laba bersih 2020.

Secara total, dividen yang dibagikan oleh Himbara pada 2020 atas laba bersih tahun lalu 2019 nilainya mencapai Rp 40,96 triliun. Otomatis pendapatan negara dari pembagian dividen pada 2020 jauh lebih besar karena totalnya mencapai Rp23,9 triliun. Artinya pendapatan negara dari dividen Himbara tahun ini mengalami penurunan 43% dibanding tahun ini.

 WhatsApp Image 2021-03-31 at 19.51.35

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi pemberi dividen dengan nilai terbesar. Keputusan yang diambil oleh pemegang saham dalam rapat pada Kamis (25/3/2021), menyetujui pembayaran dividen senilai Rp12,12 triliun untuk pemegang saham, termasuk negara. Nilai dividen tersebut berasal dari 65% dari laba bersih konsolidasian 2020 sebesar Rp18,65 triliun. Sementara itu, sisanya sebesar 35% atau sebesar Rp 6,52 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Negara merupakan pemegang saham mayoritas BRI, dengan kepemilikan 70 miliar unit saham atau setara dengan 56,75%. Dari hasil pembagian dividen ini, negara mendapatkan sekitar Rp6,88 triliun. Sementara, sisanya untuk pemegang saham publik. Rasio pembagian dividen terhadap laba bersih yang diberikan kepada pemegang saham tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya 60%. Akan tetapi, nilai dividen yang diberikan tahun ini jauh di bawah tahun lalu seiring penurunan laba bersih, dimana laba bersih tahun buku 2019 mencapai Rp34,37 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membagikan dividen dengan total Rp10,27 triliun atau sekitar Rp220 per saham. Dividen tersebut diambil dari 60% laba bersih 2020 yang senilai Rp17,11 triliun. Pembagian dividen tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (15/3/2021). Negara Republik Indonesia memiliki 28 miliar unit saham Bank Mandiri per 28 Februari 2021, atau setara 60% dari total saham. Dengan begitu, negara mendapatkan pembagian dari dividen Bank Mandiri mencapai Rp6,16 triliun. Sementara sisanya dibagikan untuk pemegang saham publik.

Sisa 40% laba bersih yang tidak dijadikan dividen, menjadi laba ditahan yang rencananya digunakan untuk pengembangan layanan digital. Manajemen ingin menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, salah satunya dengan layanan perbankan digital yang andal. Dividen yang dibagikan Bank Mandiri pada 2020 yang berasal dari tahun buku 2019, nilainya mencapai Rp16,48 triliun yang berasal dari 60% laba bersih senilai Rp27,48 triliun. Pemerintah mendapatkan dividen senilai Rp9,89 triliun pada 2020 lalu.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam RUPST yang digelar Senin (29/3/2021), pemegang saham menyetujui pembagian dividen sekitar Rp820,1 miliar kepada pemegang saham. Dividen tersebut setara dengan 25% dari laba bersih tahun buku 2020 yang senilai Rp3,28 triliun.

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik pemerintah yang sebesar 60%, maka BNI akan menyetorkan dividen sebanyak Rp492,58 miliar ke rekening kas umum negara. Sementara sisa 40% dimiliki oleh pemegang saham publik atau senilai Rp327,52 miliar.

Dividen yang diberikan BNI tahun lalu berdasarkan capaian kinerja 2019 nilainya mencapai Rp3,84 triliun, berasal dari 25% laba bersih Rp15,38 triliun. Pemerintah mendapatkan bagian dividen senilai Rp2,3 triliun pada 2020.

 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memutuskan tidak membagikan dividen dari hasil laba bersih 2020 yang senilai Rp1,6 triliun. Alasannya, karena BTN ingin mempertebal modal inti. Hingga akhir 2020 modal inti BTN tercatat Rp17,62 triliun atau dengan rasio 13,64%. Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, bahwa ditargetkan rasio modal inti BTN bisa secara bertahap hingga di atas 17%. Dengan naiknya rasio modal inti tersebut, manajemen berharap pemeringkatan BTN bisa lebih baik dari saat ini. 

“BTN memang ingin memperkuat tier 1 capital karena termasuk yang paling rendah di antara bank BUMN,” kata Nixon dalam konferensi pers terkait rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Rabu (10/3/2021). 

Tahun lalu, BTN masih membagikan dividen senilai Rp20,92 miliar kepada pemegang saham yang berasal dari 10% laba bersih BTN pada 2019 senilai Rp209,26 miliar. Pemerintah yang memiliki 60% saham BTN saat itu mendapat bagian dividen senilai Rp12,55 miliar.


Sumber: katadata.co.idbisnis.com

Infografis: Angela BUMN INFO

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU