Jumat, 24 Mei 2024

Kerjasama Pengadaan Biomassa Dengan PTPN dan Perhutani, PLN Memacu Co-Firing PLTU

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) melanjutkan program co-firing biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Melalui pilar “green” dalam transformasinya, PLN terus berupaya meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Demi memenuhi rantai pasok biomassa, PLN menggandeng PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) dan Perum Perhutani.

PLN, PTPN III dan Perum Perhutani meneken nota kesepahaman (MoU) pada 22 Januari 2021. Acara diselenggarakan secara virtual. Agenda ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen EBTKE KESDM) Dadan Kusdiana, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro dan Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani.

MoU mencakup ketersediaan bahan baku, analisis rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan serta rencana implementasi kerjasama penyediaan bahan bakar biomassa untuk PLTU PLN. PLN mempunyai posisi sebagai pemilik PLTU. Perhutani adalah penyedia sumber daya kawasan hutan industri di Jawa maupun luar Jawa yang dapat dikembangkan sebagai hutan tanaman energi. Kemudian PTPN III sebagai pemilih lahan untuk pengembangan hutan tanaman energi. 

“Mewakili PLN, saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan dari Bapak Dirjen EBTKE tentang penggunaan co-firing biomassa sebagai upaya untuk memenuhi target bauran energi 23% pada tahun 2025, sehingga pada hari ini dapat ditanda tangani kerjasama PLN dengan Perum Perhutani dan PTPN III (Persero) dalam penyediaan Biomassa untuk PLTU Batubara,” ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, Jum’at (22/01/2021).

Melalui kerjasama ini, maka upaya untuk memenuhi target bauran energi EBT 23% pada 2025 akan difokuskan pada inisiatif strategis green-booster berupa co-firing biomassa. Co-firing biomassa selain dapat memenuhi target bauran energi, juga dapat memenuhi keekonomian penyediaan tenaga listrik dan dilakukan dalam waktu yang relatif lebih cepat. Inisiatif co-firing sudah dimulai PLN sejak 2017 dengan uji coba yang telah dilaksanakan pada 2019. Pada tahun 2020, PLN telah mengidentifikasi sebanyak 52 lokasi PLTU yang berpotensi untuk dilakukan co-firing dengan biomassa. 

 

Sumber: insight.kontanbumn.go.id

Foto: Dok. Perhutani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU