Jumat, 19 April 2024

Prospek Investasi dan Fundamental Saham Farmasi Setelah Trend Bullish

ads-custom-5

 

Pada saat ini Indonesia masih harus berjuang melawan pandemi Covid-19. Beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan herd immunity.

Program vaksinasi Covid-19 ini sudah dimulai oleh pemerintah pada Rabu, 13 Januari 2021 di Istana Negara. Orang yang pertama disuntik vaksin buatan Sinovac adalah Presiden Joko Widodo. Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi. Hal ini menunjukkan bahwa keseriusan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Program vaksinasi ini memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga saham perusahaan sektor farmasi. Sejak pertama kali kasus positif Covid-19 hingga tanggal 20 Januari 2021, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sudah meningkat sebesar 584,62% ke level Rp4.810, PT Indofarma Tbk (INAF) naik 859,04% ke level Rp4.670, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meningkat sebesar 33% ke level Rp1.590, PT Phapros Tbk (PEHA) kenaikan sahamnya mencapai 99% ke level Rp1.745, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik 30,65% ke level Rp1.600, kemudian PT Itama Ranoraya Tbk meningkat 352,73% ke level Rp2.710. 

Namun penguatan harga saham farmasi tersebut akhirnya tumbang selama 6 hari berturut-turut sejak 11-19 Januari 2021. Padahal sebelumnya harga saham emiten farmasi ini masih pada trend bullish.  Alhasil banyak investor yang melakukan force sell. Menurut analis Panin Sekuritas  Rendy Wijaya, saham-saham sektor farmasi ini masih bergerak cukup agresif karena terimbas dimulainya program vaksinasi oleh pemerintah.” Kebutuhan untuk distribusi seluruh wilayah Indonesia masih cukup besar, sehingga emiten farmasi BUMN, swasta akan mendapat sentimen positif” kata Rendy.

 

Valuasi Saham Sektor Farmasi

sumber : trading view
sumber : trading view

Jika melihat rasio Price Earning Ratio saat ini, rata-rata saham emiten farmasi ini  masih tinggi. Menurut analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji, “Rata-rata harganya masih tinggi kecuali untuk saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) punya P/E sekitar 12 kali”. Sebagai perbandingannya, P/E KLBF yang saat ini  sebesar 27,92 kali, P/E INAF mencapai 731,59 kali, dan KAEF sebesar 546,48 kali. Melihat dari valuasi saham sektor farmasi yang dianggap sudah cukup tinggi ini, analis merekomendasikan wait and see.

 

Insentif Pajak

Meskipun harga saham saat ini sudah sangat mahal, sebagai pertimbangan bagaimana prospek saham farmasi di masa mendatang adalah dengan melihat atau menilai dari sisi bisnisnya. Prospek saham farmasi ini masih memberikan potensi bagus di masa mendatang. Karena jika hanya melihat dalam jangka pendek harga saham ini sangatlah fluktuatif dan sensitif terhadap rumor dan berita di media massa. Jadi kinerja bisnis emiten farmasi ini dalam jangka panjang berpotensi positif. Alasannya adalah kesadaran konsumen terhadap kesehatan saat ini semakin meningkat.

Program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah ini masih mampu memberikan angin segar bagi emiten farmasi. 

Kemudian dari Kementerian Keuangan juga berencana akan memperpanjang insentif pajak bagi sektor farmasi. Hal ini juga akan berdampak pada laporan keuangan laba rugi perusahaan di tahun 2021.

Kendati bahan baku obat-obatan hampir 90% berasal dari impor. “Dengan adanya relaksasi dari perpajakan terkait pajak impor akan mendorong peningkatan laba bersih ke depan” kata Rendy. Selanjutnya proses vaksinasi ini memberikan sentimen positif juga pada beberapa perusahaan yang terlibat dalam distribusi vaksin seperti INAF, KLBF dan KAEF.

 

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Saat ini Kimia Farma berkerjasama dengan PT Pertamina untuk membengun pabrik bahan baku obat Parasetamol. Nilai investasi mencapai Rp600 miliar dan diharap mengerek kinerja ke depan.

 

PT Tempo Scan Pacific (TSPC)

TSPC terus meningkatkan pangsa pasar dari produk unggulan dan tetap menerapkan strategi pemasaran produk dengan konsep value for money. TSPC juga sedang memperkenalkan produk baru seperti personal hygene dan vitamiin yang relava selama masa new normal.

 

PT Indofarma (INAF)

Melalui anak usaha Idofarma, PT Farmalab Indoutama, turut mengambil peran dalam menangani pelaksanaan tes Covid-19 di beberapa banda di Indonesia.

Indofarma bekerjasama dnegan Angkasa Pura II mengoperasikan Airport Healthcare Centre. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah, bagi para pelaku perjalanan harus menunjukkan hasil tes Covid-19.

 

 

Foto Utama : AFP/JOEL SAGET 
Sumber Berita : Kontan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU