Minggu, 21 April 2024

BRI Syariah Duduki Peringkat Satu dalam Penyaluran FLPP

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Bank BRIsyariah Tbk menyatakan bahwa program Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah menembus target untuk tahun ini. Hingga pertengahan Desember, BRIsyariah mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 11.647 unit atau 104% dari target awal yang hanya sebanyak 8.700 unit. Jumlah ini menjadikan BRIsyariah sebagai bank syariah penyalur FLPP tertinggi di Indonesia.

 

“Alhamdulillah sudah kami salurkan sepenuhnya, dan kami mendapat tambahan kuota, sehingga di akhir tahun ini kami menyalurkan sampai 11.647 unit,” ungkap Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy pada siaran per, Selasa (15/12/2020).

 

BRIsyariah menargetkan penyaluran FLPP kepada masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan keluarga maksimal Rp8 juta. Perusahaan masih mencatat adanya permintaan rumah sederhana dari karyawan swasta yang penghasilan keluarganya maksimal Rp8 juta. Menurut Fidri, ini menunjukkan bahwa FLPP bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

 

Untuk itu, BRIsyariah yakin pembiayaan masih bisa tumbuh positif. Selama pandemi, BRIsyariah tetap melakukan ekpansi penyaluran pembiayaan dengan terus menerapkan prinsip kehati-hatian pada sektor yang memiliki risiko rendah. Antara lain, pembiayaan pada sektor usaha yang terkait dengan kebutuhan pokok sehari-hari, alat medis, rumah sakit dan lain-lain. Selain itu, BRIsyariah juga fokus pada penyaluran pembiayaan yang terkait dengan program pemerintah seperti FLPP, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan yang berbasis salary based atau fixed income.

 

Atas keberhasilannya di 2020, BRIsyariah berencana menyalurkan sebanyak 20 ribu unit rumah subsidi di 2021 nanti dengan nilai KPR sebesar Rp3,2 triliun.

 

“Kami akan tetap bermitra dengan PPDPP Kementerian PUPR untuk membantu mewujudkan mimpi keluarga muda memiliki rumah pertama mereka,” tekad Fidri.

 

Di 2020 ini juga, BRIsyariah Tbk telah menyalurkan KUR senilai Rp4,46 triliun. Emiten berkode saham BRIS ini telah menyalurkan bantuan permodalan untuk unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar hampir 100% dari target baru yang dipasang perusahaan.

 

Tercatat, kuota awal KUR syariah yang disalurkan perusahaan di 2020 sebesar Rp3 triliun. Kemudian pada bulan Juli 2020 diberikan penambahan kuota sebesar Rp1,5 triliun sehingga total kuota mencapai Rp4,5 triliun. Per 27 November 2020 lalu, BRIsyariah telah menyalurkan hingga Rp4,457 triliun kepada 116.756 nasabah. Penyaluran pembiayaan ini menjadi bentuk dukungan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) ini kepada sektor UMKM dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 oleh pemerintah.

 

“Alhamdulillah, penyaluran target KUR kini sudah hampir 100%. Kami optimis target terpenuhi di bulan ini,” ucap Fidri.

 

Tercatat sebanyak 62% penyaluran KUR BRIsyariah dialokasikan ke sektor ekonomi produksi dan 37,7% ke sektor ekonomi perdagangan. Di saat pandemi seperti ini, BRIsyariah juga menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang lebih minim risiko, seperti pertanian, peternakan, dan alat kesehatan. Penyaluran pembiayaan tersebut tetap dilakukan secara selektif dan disalurkan kepada sektor-sektor yang lebih minim risiko.

 

Untuk mengakselerasi penyaluran KUR, BRIsyariah memanfaatkan aplikasi Salam Digital yang bisa digunakan nasabah mengajukan pembiayaan tanpa harus datang ke Bank. Salam Digital juga terhubung dengan aplikasi i-Kurma yang telah lebih dulu dikembangkan BRIsyariah. I-Kurma memungkinkan tenaga pemasar memproses aplikasi pembiayaan dari gawai mereka.

 

“Kami terus mendorong ekonomi agar terus berputar dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Terutama akibat dampak dari pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

 

BUMNINFO/Naufal Anjani
BUMNINFO/Naufal Anjani

 

Sumber: Bisnis IndonesiaDream.co.id

Foto: dok. BRI Syariah

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU