Senin, 20 Mei 2024

TNI AL dan PFN Bersepakat Susun Blueprint 75 Tahun Sejarah TNI AL

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Perum Produksi Film Negara (PFN) melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono dan Komandan Korps Marinir AL Mayjen TNI (Mar.) Suhartono M.Tr., di Mabes TNI Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/11/2020). Pada pertemuan tersebut, Mayjen TNI (Mar) Suhartono menilai program Perum PFN untuk bersinergi dalam memajukan industri film dan konten dalam rangka program bela negara sangat penting untuk dilakukan. Hadir dalam pertemuan itu, Direktur Utama Perum PFN Judith J Dipodiputro, Direktur Produksi PFN Sutjiati Eka Tjandrasari, Head of Group Sales PFN Rita M Darwis dan Sekretaris Perusahaan PFN Ade Tina Febriyanti. 

 

TNI Angkatan Laut dan Perum PFN bersepakat bahwa kolaborasi antara TNI AL dengan industri kreatif akan menjadikan TNI AL lebih dikenal masyarakat dari sisi humanis. Hal ini  diharapkan akan makin membangkitkan kebanggaan dan kecintaan pada TNI AL serta menginspirasi pemuda-pemudi Indonesia untuk menjadi TNI. Menurut Suhartono, Korps Marinir memiliki banyak konten yang bisa dijadikan tutorial, film dokumenter dan bahkan film layar lebar guna mengisi ruang yang tersedia di sector industri film dan konten kreatif.

 

“Saya sangat mendukung program Perum PFN ini. Ini sangat baik untuk Korps Marinir, untuk TNI Angkatan Laut dan juga TNI dan bangsa ini,”katanya.

 

Konten yang menarik dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut, menurutnya, tidak saja sejarah masa lalu dan perjalanan panjang Korps Marinir hingga saat ini, tetapi juga kisah unik anggota dan keluarganya dalam menjalankan tugas di daerah tertinggal dan terluar (perbatasan). Misalnya, pengalaman istri anggota marinir di daerah terpencil yang harus mendayung sampan guna menjangkau anak-anak yang ingin mendapat pendidikan.

 

Laksamana Yudo menambahkan, TNI Angkatan Laut selama ini memang terus bekerja dan berbakti demi negara dan rakyat tanpa publikasi. Menurutnya, memang itulah budaya bangsa Indonesia, low profile dan in silence.

 

“Namun mengamati pola dan kebutuhan komunikasi yang ada di masyarakat saat ini, industri kreatif dan film memang bisa menjadi jembatan yang baik antara TNI AL dengan publik. TNI Angkatan Laut, ujarnya, dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan dan ketahanan negara dalam konteks maritim, selalu bersinergi dengan semua elemen bangsa,” ungkap Laksamana Yudo.

 

Sementara itu, Direktur Utama Perum PFN, Judith J. Dipodiputro mengatakan TNI AL adalah bagian dari masyarakat yang dalam bertugas dan kehidupan sehari-harinya bisa menjadi bahan yang menginspirasi masyarakat.

“Webseries, film keluarga, serial yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari dalam keluarga dari anggota TNI AL adalah sarana komunikasi populer yang menghibur, tetapi juga menginspirasi,” katanya.

Ia mengatakan selama 75 Tahun Indonesia Merdeka, banyak peristiwa terkait peranan TNI AL yang belum diketahui oleh masyarakat, termasuk juga tokoh-tokoh TNI AL tidak banyak yang direkam sejarah. Dengan merekam sejarah ini ke dalam film dan konten popular, selain menghibur akan menginspirasi dan membangkitkan rasa patriotisme di kalangan generasi muda seperti yang dicontohkan TNI Angkatan Laut.

 

Peran TNI Angkatan Laut, termasuk misalnya dalam penugasan internasional sebagai pasukan perdamaian, dari berbagai aspeknya tidak kalah inspiratif dengan apa yang banyak direpresentasikan dalam film-film blockbuster Hollywood. Dengan merekam peristiwa-peristiwa inspiratif ini, TNI Angkatan Laut juga bisa menjadi duta guna memperkenalkan aspek lain dari Indonesia bagi masyarakat dunia.

 

Sumber: Jawa PosAntaranews

Foto: Antara Foto/M Risyal Hidayat

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU