Kamis, 11 April 2024

Holding BUMN Pangan Dibentuk, Perum Perindo Bidik Kenaikan Pendapatan 20% Tahun Depan

ads-custom-5

Pembentukan Holding BUMN Pangan dinilai akan mampu meningkatkan kinerja di industri perikanan. Proses konsolidasi tersebut akan menggabungkan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) beserta BUMN lain yang bergerak di sektor pangan.

 

Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhamad Yusuf mengatakan penggabungan tersebut akan membuat kedua perusahaan pelat merah ini semakin lincah sehingga seluruh hasil tangkapan nelayan dapat terserap dengan baik. Selanjutnya, serapan ikan dapat dikirim ke Jakarta dan kota lain sehingga ketersediaan ikan di pasar melimpah. Hal ini memiliki efek ganda yaitu harga ikan di pasar menjadi murah dan kemampuan masyarakat membeli ikan melonjak.

 

“Oleh sebab itu, konsumsi ikan nasional menjadi meningkat. Apalagi kampanye Gemar Makan Ikan kembali digaungkan. Budaya makan ikan akan terdongkrak,” katanya, dilansir dari keterangan resminya, Kamis (12/11/2020).

 

Penggabungan kedua BUMN ini juga disebut bakal memompa modal kerja yang sebelumnya sudah dimiliki dua perseroan tersebut antara lain kapal berukuran di atas 150 GT, fasilitas Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, cold storage, laboratorium, dan pemanfaatan hasil riset.

 

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Toppbroto mengungkapkan perusahan tengah bersiap diri untuk menjadi bagian dari Holding BUMN Pangan. Perum Perindo optimistis dengan konsolidasi holding ini akan meningkatkan kinerja Perum Perindo dari sisi penjualan, pemasaran, laba, distribusi produk, hingga ketersediaan produk Perum Perindo di pasaran.

 

Selain penjualan, Perum Perindo juga memiliki usaha existing yakni budidaya ikan dan udang serta pengelolaan pelabuhan perikanan. Dengan konsolidasi dan merger dengan Perinus, Perum Perindo akan memiliki satu usaha tambahan yaitu perikanan tangkap.

 

“Kami menargetkan pendapatan kami meningkat 20% pada 2021,” pungkas Fatah.

 

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Holding Pangan pada sisi perikanan, akan mendukung ekspansi areal penangkapan ikan dan membangun fasilitas pendukung. Menurut dia, fasilitas perikanan masih terkonsentrasi pada wilayah barat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sementara Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang besar pada wilayah Indonesia bagian timur.

 

“Oleh karena itu, holding BUMN akan memperluas wilayah perikanan dan mengembangkan fasilitas pendukung untuk meningkatkan produksi wilayah Indonesia timur,” kata Budi.

 

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Imam Paryanto menuturkan konsolidasi BUMN Pangan diharapkan bisa meningkatkan peran dan kontribusi BUMN pangan terhadap tujuan kebijakan pemerintah agar terealisasi. Selain mengembangkan fasilitas produksi, holding BUMN pangan juga akan mengembangkan fasilitas pemrosesan untuk mengembangkan produk hilir serta mengembangkan kapabilitas logistic cold chain untuk meminimalisir loses logistik.

 

Sumber: Bisnis.comKontan

Foto: Wageningen University & Research

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU