Minggu, 21 April 2024

Wijaya Karya Selesaikan Pembangunan Jembatan Penghubung Dermaga di Terminal Kijing

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Proyek pembangunan Terminal Kijing yang dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA akan memiliki trestle terpanjang di Indonesia. Trestle merupakan jembatan penghubung antara dermaga dengan area darat yang biasanya dimiliki oleh pelabuhan besar dengan dermaga yang berlokasi di tepi laut. Terminal Kijing yang akan menjadi pelabuhan internasional ini salah satunya.

 

Terminal Kijing yang akan menjadi pelabuhan internasional terbesar di Kalimantan ini dibangun untuk menampung kapal besar bermuatan hingga 100.000 DWT dan membutuhkan draft kapal besar hingga kedalaman 15 meter. Menyesuaikan struktur dan kedalaman yang dibutuhkan, tim proyek membangun trestle sepanjang 3.374 meter.

 

“Trestle ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah WIKA dan telah disepakati bersama owner juga agar tidak terlalu dekat jaraknya ke darat untuk memperoleh kedalaman air yang cukup agar kapal berukuran sampai 100.000 DWT bisa berlabuh, yaitu kedalaman 17 meter,” tutur Direktur Operasi I WIKA Hananto Aji.

 

Struktur trestle ini terbagi atas dua bagian yaitu struktur bawah dan struktur atas. Struktur bawah terdiri atas concrete spun pile (CSP) diameter 800 dan 600 milimeter, serta free standing atau tiang yang berdiri bebas di atas tanah dasar, dari 4 meter sampai dengan 17 meter. Sedangkan struktur atas atau deck menggunakan sistem girder simple span made continuous bentang 21.6 dan 24.6 meter.

 

Sistem girder dengan bentang menengah tersebut dapat mempercepat konstruksi dibanding sistem pile slab dengan bentang pendek (5-12 meter) karena mampu mengurangi jumlah pemancangan tiang di laut yang butuh waktu lama dengan tingkat risiko hambatan pekerjaan tinggi. Terdiri dari empat lajur dengan dua jalur masing-masing, jembatan ini dikerjakan menggunakan slab girder full precast yang juga pertama kali diterapkan di pekerjaan sejenis dan dapat dimanfaatkan sebagai akses konstruksi sehingga juga mempercepat prosesnya. Pada metode ini, precast telah dirakit sebelumnya dan tidak membutuhkan pengecoran slab di atas tongkang di laut untuk meminimalisir risiko serta mempercepat proses konstruksi.

 

“Bukan hanya itu, kita juga menggunakan tiga crane di atas tiga tongkang yang bekerja secara paralel untuk melakukan instalasi girder dan plat precast,” terang Aji dalam keterangan pers.

 

Terbukti, segala upaya dan terobosan yang dilakukan tim proyek membuahkan hasil akan selesainya trestle ini dalam waktu yang lebih cepat dari umumnya pekerjaan trestle yang dilaksanakan. Pencapaian ini pun tidak serta merta menjadi milik tim proyek saja, karena juga didukung oleh keterlibatan anak perusahaan, WIKA Beton pada suplai PCI girder dan WIKA Rekayasa Konstruksi pada instalasi MEP untuk proses penyelesaian jembatan.

 

Saat terpasang nanti, trestle terpanjang di Indonesia tersebut akan masuk dalam rangkaian milestone yang telah dicatatkan oleh WIKA. Pada proyek ini, WIKA juga meraih penghargaan atas 2,9 juta jam kerja selamat.

 

Sejumlah rekor penting juga telah dicatatkan oleh WIKA Group di antaranya pembangunan underpass Yogyakarta International Airport yang merupakan underpass terpanjang di Indonesia. Dua rekor lainnya ditorehkan oleh entitas anak, WIKA Gedung yaitu sebagai pelaksana Alih Fungsi RS BUMN menjadi RS Rujukan Covid-19 tercepat di RS Pertamina Jaya Jakarta hanya dalam waktu pengerjaan 16 hari kerja dan pelaksana pembangunan RS BUMN Rujukan Covid-19 Modular dengan ruang rawat inap terbanyak di RSPP Extension Covid-19 Simprug Jakarta, yang berhasil menyediakan fasilitas penanganan pasien Covis-19 sebanyak 300 ruang rawat inap.

 

Sumber: KontanLiputan6

Foto: Detik.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU